Musim Hujan Dan Angin Kencang, Dinkes Kota Probolinggo Imbau Warga Waspada Penyakit

Probolinggo, Sabtu 3 Januari 2025 | News Satu-  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus mengintensifkan edukasi melalui media sosial terkait potensi bencana hidrometeorologi, menyusul meningkatnya risiko cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia pada awal tahun 2026.

Memasuki musim hujan yang disertai angin kencang, cuaca ekstrem melanda Kota Probolinggo dan menyebabkan sebuah pohon berukuran besar tumbang di Jalan Mastrip, Kecamatan Kedupok, Sabtu (3/1/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia.

Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo Dr. Intan Sudarmadi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan selama musim penghujan.

“Musim hujan meningkatkan risiko penyakit, sehingga masyarakat perlu menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” kata Dr. Intan, Sabtu (3/1/2026).

Intan menekankan pentingnya kebersihan lingkungan, seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, menghindari genangan air, serta membersihkan rumah dan saluran air secara rutin. Penggunaan alat pelindung diri (APD) saat membersihkan lingkungan juga dianjurkan.

Selain menjaga kebersihan, masyarakat diminta memperkuat daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup minum air putih, istirahat cukup, rutin berolahraga, serta mengelola stres dengan baik.

Lanjut dr. Intan juga mengingatkan masyarakat untuk melindungi diri dari cuaca ekstrem dengan menggunakan pakaian hangat, membawa payung atau jas hujan, serta segera mandi setelah kehujanan.

Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai selama musim hujan antara lain flu, demam berdarah dengue (DBD), gangguan pencernaan seperti diare dan tifoid, serta leptospirosis yang disebabkan bakteri leptospira akibat paparan urin hewan pengerat.

“Masyarakat diimbau rutin memeriksakan kesehatan ke puskesmas atau fasilitas kesehatan dan segera berobat jika muncul keluhan,” ujarnya.

Sementara itu, Hoirul Anam (45), warga Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, mengungkapkan bahwa sejumlah warga di lingkungannya mulai mengalami gangguan kesehatan sejak memasuki awal tahun 2026.

“Mulai terasa batuk dan demam di beberapa keluarga secara bergantian, kemungkinan dampak perubahan cuaca,” pungkasnya.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan serta sosialisasi kepada masyarakat, guna meminimalkan risiko bencana dan dampak kesehatan akibat cuaca ekstrem. (Bambang)

Komentar