PMI Kota Probolinggo Bantu 100 Anak Kurang Mampu Lewat Program Khitan Gratis

Probolinggo, Senin 29 Juni 2026 | News Satu- Memanfaatkan momentum Bulan Muharam 1448 Hijriah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Probolinggo bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Probolinggo menggelar kegiatan khitan gratis bagi 100 anak dari keluarga kurang mampu.

Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Kantor PMI Kota Probolinggo pada Senin (29/6/2026) dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Ketua PMI Kota Probolinggo, Mega Guntara, mengatakan program khitan gratis ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga.

“Pada momentum Bulan Muharam ini, PMI bersama Baznas Kota Probolinggo melaksanakan khitan gratis untuk 100 anak yang seluruhnya berasal dari keluarga kurang mampu,” ujar Mega.

Menurutnya, pelaksanaan khitan pada masa libur sekolah dinilai menjadi waktu yang tepat karena memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menjalani proses pemulihan sebelum kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Ia berharap program tersebut tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kesehatan, tetapi juga membantu masyarakat yang selama ini terkendala biaya untuk melaksanakan khitan.

“Semoga kegiatan sosial ini benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak dan keluarga mereka. Apalagi saat ini masih masa libur sekolah sehingga proses pemulihan dapat dilakukan dengan lebih baik,” katanya.

Mega menambahkan, masyarakat yang belum sempat mengikuti kegiatan khitan gratis pada kesempatan ini masih memiliki peluang untuk memperoleh layanan serupa.

PMI Kota Probolinggo berencana kembali mengadakan program khitan gratis dalam agenda Jumat Berkah yang rutin diselenggarakan.

“Kami masih membuka kesempatan bagi anak-anak yang belum terdaftar. Nantinya mereka dapat mengikuti program khitan gratis pada kegiatan Jumat Berkah berikutnya,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, PMI dan Baznas Kota Probolinggo berharap pelayanan sosial kepada masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera, dapat terus diperluas sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaat dari program kemanusiaan yang diselenggarakan. (Bambang)