Probolinggo Luncurkan “Kota Bersolek”, Strategi Baru Dongkrak Ekonomi

Probolinggo, Selasa 31 Maret 2026 | News Satu- Pemerintah Kota Probolinggo resmi meluncurkan city branding “Probolinggo Kota Bersolek” sebagai strategi agresif untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Peluncuran yang berlangsung di Hotel Paseban Sena ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Aminuddin dan dihadiri unsur Forkopimda, jajaran OPD, pelaku usaha, hingga tokoh masyarakat.

Dalam pernyataannya, Aminuddin menegaskan bahwa branding tersebut menjadi pijakan baru arah pembangunan kota, bukan sekadar slogan promosi. Ia mengungkapkan, tren pertumbuhan ekonomi Probolinggo menunjukkan sinyal positif, termasuk meningkatnya aktivitas sektor usaha dan perbankan. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas pertumbuhan agar tetap berkelanjutan.

Konsep “Bersolek” difokuskan pada penguatan potensi asli daerah sebagai motor utama pembangunan. Pemerintah mendorong seluruh aktivitas ekonomi, budaya, dan event berbasis kearifan lokal guna menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat.

Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor kunci. Pemkot mencatat hampir 40 persen dari ratusan event sepanjang 2025 terlaksana secara mandiri tanpa pembiayaan APBD.

“Ini bukti bahwa masyarakat memiliki daya dorong besar dalam pembangunan. Kreativitas warga menjadi kekuatan utama kota ini,” kata Aminuddin, Selasa (31/3/2026).

Untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, pemerintah juga telah menyusun kalender event tahunan sebagai instrumen penggerak ekonomi daerah. Di sisi lain, reformasi tata kelola pemerintahan turut diperkuat melalui penerapan sistem digital monitoring berbasis dashboard kinerja OPD. Sistem ini memungkinkan pengawasan pembangunan dilakukan secara berkala dan terukur.

Selain ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama. Pemkot Probolinggo menggenjot sektor pendidikan melalui program penanganan anak putus sekolah, perluasan akses pendidikan, serta pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi.

“Pendidikan menjadi kunci utama peningkatan indeks pembangunan manusia. Tanpa itu, kemajuan daerah akan terhambat,” tegasnya.

Implementasi city branding juga diperluas ke sektor lingkungan melalui program pengurangan sampah plastik dan peningkatan kebersihan kota secara kolaboratif lintas OPD. Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigyo menyatakan bahwa penguatan branding akan diiringi pengembangan kawasan strategis, termasuk pusat UMKM, penataan kota, dan pembangunan ruang publik.

Menurutnya, identitas kota yang kuat akan meningkatkan daya tarik investasi dan kunjungan wisata.

“Dengan branding yang jelas, Probolinggo tidak hanya menjadi kota lintasan, tetapi destinasi yang layak dikunjungi,” pungkasnya.

Melalui strategi “Kota Bersolek”, Pemkot Probolinggo menargetkan pembangunan yang lebih terarah, berkelanjutan, serta berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Bambang/Adv)