Ribuan Warga Tumpah Ruah, 23 Kontingen Pawai Budaya Meriahkan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667

Probolinggo, Minggu 13 September 2026 | News Satu- Semangat pelestarian budaya dan kebanggaan daerah terlihat begitu kuat dalam perayaan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667. Ribuan warga memadati sepanjang ruas jalan utama Kota Probolinggo untuk menyaksikan kemeriahan Pawai Budaya yang menghadirkan puluhan atraksi seni tradisional dan kreasi budaya dari berbagai daerah, Minggu (13/9/2026).

Pawai budaya yang menjadi salah satu agenda terbesar dalam rangkaian peringatan hari jadi kota tersebut sukses menyedot perhatian masyarakat. Sejak siang hari, warga dari berbagai kalangan dan usia telah memadati titik-titik strategis sepanjang rute untuk menyaksikan penampilan para peserta yang menampilkan kekayaan budaya Nusantara.

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB itu dibuka langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Ketua TP PKK dr. Evariani Aminuddin, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pembukaan ditandai dengan pemukulan musik tradisional Dug-Dug Kelabang Songo yang menjadi simbol dimulainya pawai budaya.

Sebanyak 23 kontingen tampil memukau dengan beragam pertunjukan seni dan budaya. Mulai dari Tari Kipas, Tari Jaran Bodhag, tari kreasi modern berbasis budaya lokal, ogoh-ogoh, barongsai, bantengan, hingga berbagai atraksi seni tradisional lainnya yang mendapat sambutan meriah dari masyarakat.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan bahwa pawai budaya bukan sekadar hiburan tahunan, melainkan bagian dari upaya menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat rasa kebersamaan masyarakat.

“Hari ini kita bersama-sama menyaksikan bagaimana seni dan budaya menjadi bagian dari kebahagiaan masyarakat dalam memperingati Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667. Pawai ini menjadi ruang untuk menunjukkan kekayaan budaya yang kita miliki,” ujar Aminuddin.

Menurutnya, keberagaman budaya yang tampil dalam satu panggung menjadi bukti bahwa perbedaan justru menjadi kekuatan yang harus dijaga dan dirawat bersama.

“Keberagaman yang kita tampilkan hari ini adalah kekayaan. Ada Jaran Bodhag, tari kreasi, ogoh-ogoh, barongsai, bantengan, dan berbagai penampilan lainnya. Semuanya hadir bersama dalam satu kegiatan yang menunjukkan indahnya keberagaman,” katanya.

Menariknya, kemeriahan tahun ini tidak hanya melibatkan peserta dari Kota Probolinggo. Salah satu kontingen dari Kabupaten Probolinggo turut ambil bagian dengan menampilkan kisah legenda Cindelaras yang berhasil menarik perhatian ribuan penonton.

Partisipasi lintas wilayah tersebut dinilai menjadi simbol kuatnya hubungan budaya dan kebersamaan masyarakat Probolinggo Raya dalam menjaga warisan tradisi yang telah berkembang selama bertahun-tahun.

Antusiasme masyarakat terlihat luar biasa sepanjang jalannya pawai. Banyak warga datang bersama keluarga bahkan sejak beberapa jam sebelum acara dimulai untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan atraksi budaya.

Salah seorang warga Kecamatan Wonoasih, Mardha, mengaku sengaja meluangkan waktu bersama keluarga dan tetangganya demi menyaksikan pawai budaya yang hanya digelar setahun sekali dalam rangka Hari Jadi Kota Probolinggo.

“Kami sengaja berkumpul di sini sejak siang untuk menunggu peserta pawai lewat. Acara seperti ini sangat ditunggu masyarakat karena menjadi hiburan sekaligus kebanggaan warga Kota Probolinggo,” ujarnya.

Selain masyarakat umum, sejumlah tamu undangan dan pejabat daerah yang hadir juga mengenakan pakaian adat Nusantara sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia.

Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat terutama generasi muda menjadi faktor utama agar budaya daerah tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

“Saya berharap generasi muda semakin mengenal budaya daerahnya. Jangan sampai budaya hanya menjadi cerita yang diwariskan, tetapi tidak pernah lagi dilihat, dipelajari, dan dilestarikan,” tegasnya.

Pawai Budaya Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667 menjadi bukti bahwa budaya tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Selain menjadi sarana hiburan dan edukasi, kegiatan ini juga memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong tumbuhnya sektor ekonomi kreatif berbasis budaya di Kota Probolinggo. (Bambang/adv)