Probolinggo, 2 Maret 2026 | News Satu- Partai NasDem mulai memanaskan mesin politik lebih awal jelang Pemilu 2029. Melalui Safari Ramadan 1447 Hijriah di Jawa Timur, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menegaskan konsolidasi internal menjadi fokus utama, termasuk target ambisius menambah kursi di DPRD Kota Probolinggo.
Safari Ramadan yang menyasar Bojonegoro, Gresik, Surabaya, hingga Probolinggo ini menjadi langkah strategis pertama NasDem dalam memperkuat basis politik di Pulau Jawa.
“Ketum menugaskan saya untuk konsentrasi di Pulau Jawa. Di luar Jawa, NasDem sudah sangat diterima masyarakat. Itu terbukti dari banyaknya kepala daerah yang berasal dari Partai NasDem,” ujar Saan Mustopa saat kegiatan di Hotel Bromo View, Kademangan, Kota Probolinggo, Senin (2/3/2026).
Dalam forum bersama kader dan pengurus DPD Partai NasDem Kota Probolinggo, Saan menyampaikan pesan lugas: seluruh kader harus fokus memenangkan Pemilu 2029. Ia menargetkan penambahan kursi legislatif di Kota Probolinggo dari tiga kursi saat ini menjadi lima kursi, seiring dengan lima daerah pemilihan (dapil) yang ada.
“Kita jangan memikirkan hal lain. Kita harus berpikir bagaimana Partai NasDem bisa menambah kursi dari 3 menjadi 5 kursi di Kota Probolinggo,” tegasnya.
Menurutnya, konsolidasi sejak dini menjadi kunci agar mesin partai bekerja lebih terstruktur dan terarah dalam menghadapi kompetisi politik mendatang.
Ketua DPD Partai NasDem Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari Bukhori, menyatakan optimisme terhadap target tersebut. Ia meyakini kerja kolektif kader serta soliditas struktur partai akan berdampak pada peningkatan perolehan suara.
“Saya optimistis perolehan kursi pada Pileg mendatang bisa bertambah,” ujarnya singkat.
Safari Ramadan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dengan masyarakat, tetapi juga momentum memperkuat strategi politik dan konsolidasi organisasi. NasDem menegaskan bahwa pertarungan 2029 sudah harus dipersiapkan dari sekarang, terutama di wilayah strategis seperti Jawa Timur.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa peta politik daerah mulai bergerak lebih awal, dengan partai-partai mematangkan strategi jauh sebelum tahapan resmi pemilu dimulai. (Bambang)
