362

Warga Kota Probolinggo Minta Pemerintah Tak Tutup Mata Soal PJU Padam

News Satu
Warga Kota Probolinggo Minta Pemerintah Tak Tutup Mata Soal PJU Padam
Warga Kota Probolinggo Minta Pemerintah Tak Tutup Mata Soal PJU Padam

Probolinggo, Minggu 27 September 2026 | News Satu- Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan KH Ahmad Dahlan, RT 01 RW 02, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, kembali menjadi sorotan warga. Meski sebelumnya sempat diperbaiki, lampu jalan di kawasan tersebut dilaporkan kembali sering padam dan hingga kini belum mendapat penanganan lanjutan.

Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat karena keberadaan PJU dinilai sangat penting untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Ketua RW 02 Kebonsari Wetan, Ibrahim, mengatakan pihaknya telah menyampaikan laporan kepada instansi terkait mengenai gangguan penerangan jalan tersebut. Namun hingga saat ini perbaikan permanen belum dilakukan.

“Kami sudah laporkan soal itu, rencananya akan diperbaiki,” kata Ibrahim, Minggu (27/9/2026).

Menurut warga, lampu penerangan yang sering mati berada di kawasan perbatasan antara Kelurahan Kebonsari Wetan dan Kebonsari Kulon. Posisi tersebut membuat warga memilih menunggu penanganan resmi dari pemerintah karena menyangkut fasilitas publik yang berada di bawah kewenangan instansi terkait.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku masyarakat tidak berani melakukan perbaikan secara mandiri karena khawatir melanggar aturan dan berisiko terhadap keselamatan.

“Ini masuk wilayah perbatasan. Warga tidak berani langsung memperbaiki secara swadaya karena lampu jalan itu kewenangan PLN dan Dishub. Kami menunggu tindakan dari pemerintah,” ujarnya.

Warga menilai keberadaan PJU di ruas jalan tersebut memiliki peran penting karena menjadi akses yang cukup ramai dilalui masyarakat. Ketika lampu padam, kondisi jalan menjadi lebih gelap dan berpotensi mengurangi tingkat keamanan bagi pengguna jalan maupun warga sekitar.

Selain itu, minimnya pencahayaan juga dikhawatirkan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hingga dini hari.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Perhubungan segera melakukan pengecekan dan perbaikan menyeluruh agar gangguan serupa tidak terus berulang.

Perbaikan yang cepat dinilai penting untuk memastikan fasilitas penerangan jalan dapat berfungsi optimal sebagai bagian dari pelayanan publik sekaligus mendukung keamanan lingkungan di kawasan perkotaan.

Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat pada malam hari, warga berharap persoalan PJU yang kerap padam tidak dibiarkan berlarut-larut dan segera mendapatkan solusi permanen dari pihak terkait. (Bambang)