oleh

Mahasiswa UTM Beri Inovasi Baru Dalam Mengolah Pisang Pada Ibu-ibu Di Sampang

News Satu, Sampang, Minggu 29 Juli 2018- Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang lagi mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Krampon, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur (Jatim), nampaknya membawa pencerahan bagi ibu-ibu PKK setempat. Pasalnya, para mahasiswa KKN UTM tersebut memberikan tata cara mengolah pisang yang bisa menjadi ice cream, nugget dan kue bolu.

“Kami harap dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Krampon, hasil olahan pisang ini, yang Bahan dasarnya dari banaca adalah pisang kepok dan pisang susu, tetapi jenis pisang yang lain juga dapat dijadikan bahan dasar agar lebih muda diperoleh dan dapat dijangkau dengan mudah,” kata Lailatus Sa’diyah, salah seorang Mahasiswa UTM yang ikut KKN di Desa Krampon Sampang, Minggu (29/7/2018).

Selain melakukan sosialisasi, lanjut Laila panggilan akrab dari Lailatus Sa’diyah, para Mahasiswa juga langsung mempraktekkan pada Ibu-ibu PKK. Produk banaca dibuat satu persatu dimulai dari bolu pisang terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan nugget dan berakhir dengan ice cream pisang.

Praktek banaca menghabiskan waktu yang cukup lama karena mengingat bahwa tiga produk tersebut membutuhkan proses memasak dengan waktu beberapa jam. Akan tetapi ketiga produk tersebut dapat terselesaikan sesuai dengan yang direncanakan. Acara juga  berjalan dengan lancar ketika disambut dengan antusias  oleh  ibu-ibu PKK yang hadir.

“Canda tawa serta rasa penasaranlah yang menjadikan kami semakin bersemangat pula untuk mensuskseskan program kerja yang dibidik untuk program unggulan dari Desa Krampon. sehingga hasil dari sosialisasi dan praktek langsung proker banaca mendapat hasil yang memuaskan,” ungkapnya.

Olahan pisang sebenarnya bukan lagi produk yang unik untuk semua kalangan. Tetapi dengan kehadiran banaca maka menjadi hal baru dan menginspirasi untuk kalangan Ibu Riumah Tangga. Karena tujuan dari pembuatan produk banaca tak lain adalah untuk mengangkat perekonomian Desa Krampon khususnya Ibu Rumah Tangga (IRT) agar memiliki menghasilan sendiri dan mengisi waktu luang.

“Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada tepatnya di Desa Krampon nantinya akan menjadi sebuah inspirasi yang berkelanjutan dan memiliki nilai jual tinggi yang berbeda dari desa lainnya,” pungkasnya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.