News Satu, Sampang, Kamis 29 Maret 2018- Warga di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur (Jatim) lebih banyak berangkat menggunakan jalur ilegal, bahkan jumlah mencapai ribuan orang. Terbukti setiap tahun jumlah TKI asal Sampang yang dideportasi dari luar negeri mencapai ribuan orang, padahal setiap tahun Pemkab Sampang hanya memberangkatkan 10 hingga 20 TKI yang menggunakan jalur resmi.

“Setiap tahun kami (Pemkab Sampang, red) hanya memberangkatkan 10 hingga 20 orang, namun saat ada deportasi dari luar negeri jumlah malah mencapai ribuan orang,” ujar Kabid Tenaga Kerja Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kabupaten Sampang, Bisrul Hafi, Kamis (29/3/2018).

Padahal lanjut Bisrul Hafi, pihaknya sudah gencar melakukan sosialisasi terhadap masyarakat di Kabupaten Sampang, jika ingin bekerja keluar negeri menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebaiknya menggunakan jalur resmi, dan DKUMK siap untuk memfasilitasinya.

“Kami sudah sering melakukan sosialisasi agar masyarakat menggunakan jalur resmi, ketika akan menjadi TKI. Namun ternyata masih banyak di wilayah Pantura yang berangkat melalui jalur tidak resmi,” ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya tidak akan putus asa untuk memberikan sosialisasi terhadap masyarakat. Bahkan saat ini sosialisasi tersebut terus ditingkatkan untuk menyadarkan masyarakat jika lebih aman melalui jalur resmi saat akan bekerja ke luar negeri menjadi TKI.

“Salah satu alasan daya tarik menjadi TKI ilegal karena prosedur yang instan. Padahal dibalik keputusan ini terdapat resiko besar, seperti upah yang tidak jelas. Namun kami akan terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat agar untuk menggunakan jalur resmi, jika ingin menjadi TKI,” pungkasnya. (Mad)

Komentar