2 Tahun Memimpin, Apa Yang Dilakukan Bupati Fauzi?

News Satu, Sumenep, Rabu 15 Maret 2023- Achmad Fauzi, Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, sudah tidak terasa 2 tahun memimpin di daerah ujung timur Pulau Madura. Namun, belum banyak masyarakat yang tahu apa saja yang telah dilakukannya selama 2 tahun memimpin?

Achmad Fauzi yang dilantik menjadi Bupati Sumenep, pada Jumat (26/2/2021) di Grahadi Surabaya, terus melakukan inovasi agar ada perubahan di Kabupaten Sumenep.

Achmad Fauzi menjadi Bupati Sumenep, didampingi oleh Wakil Bupati Sumenep, Nyai Hj. Dewi Kholifah, mulai melakukan pemetaan dalam program prioritasnya, karena jabatan sebagai Bupati dan Wakil Bupati hanya 3,5.

“Jabatan 3,5 tahun itu cukup pendek, jadi kami harus tepat dalam memetakan program prioritas,” kata Bupati Fauzi, Rabu (15/3/2023).

Oleh karena itu, lanjut Politisi PDI Perjuangan Sumenep ini, untuk menyiasati keterbatasan anggaran dalam mewujudkan program Pemkab Sumenep. Dirinya harus melibatkan seluruh stakeholder yang ada untuk berperan aktif dalam mewujudkan impian masyarakat Sumenep.

Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Bahkan Achmad Fauzi, mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam merumuskan dan mengimplementasikan program yang bisa mengcover dari hulu hingga hilir. Seperti dalam Pengentasan Kemiskinan Ekstrem.

Sejak tahun 2018, jumlah penduduk miskin di Sumenep mencapai 218,060 ribu jiwa, kemudian pada tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 211,088 ribu jiwa. Lalu pada tahun 2020 kembali meningkat sebanyak 220,023 ribu jiwa.

Bahkan, pada awal tahun memimpin Kabupaten Sumenep, yakni pada tahun 2021, jumlah penduduk miskin di Sumenep mencapai 224,073 ribu jiwa. Dan akhirnya, pada tahun 2022, jumlah penduduk miskin di Sumenep, kembali mengalami penurunan menjadi 206,020 ribu jiwa.

“Kami harus kerja Ekstra untuk terus menekan angka kemiskinan di Sumenep, dan Alhamdulillah pada tahun 2022 mengalami penurunan,” ujarnya.

Untuk terus menekan angka kemiskinan, Pemkab Sumenep akhirnya mengambil langkah sinergitas APBDes dan APBD. Hal ini dilakukan agar bisa menutupi apa yang menjadi kekurangan APBD, sehingga bisa ditopang melalui APBDes.

Sinergitas APBDes dengan APBD Sumenep itu, tampak program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sumenep menjadi terintegrasi, seperti program kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, pengobatan TBC, dan lain sebagainya.

“Itu tidak cukup, kami terus berinovasi agar ada perubahan dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tandasnya.

Komentar