oleh

Anggaran Pengadaan Jaringan Absensi Online SOPD Capai Rp 3 Miliar Lebih

News Satu, Sumenep, Rabu 10 Mei 2017 Anggaran pengadaan jaringan absensi online untuk 30 SOPD yang ada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mencapai 3,7 Miliar. Pengadaan tersebut saat ini sedang diusulkan untuk dilakukan lelang agar dapat segera dilakukan pemasangan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Sumenep, Koesman Hadi, mengatakan, anggaran sebesar 3,7 miliar tersebut dialokasikan untuk pengadaan jaringan Finger optik (FO) di seluruh SOPD yang ada. Sementara untuk pengadaan jaringan di wilayah kecamatan dan kepulauan akan dirumuskan kemudian.

“Itu untuk semua SOPD ya. Baru selesai dirumuskan dan saat ini masih diajukan untuk dilelang,” kata kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Sumenep, Koesman Hadi, Rabu (10/5/2017).

Ia menjelaskan, saat ini di semua SOPD belum terpasang jaringan FO untuk absensi online. Meski di beberapa dinas sudah dilakukan uji coba sejak tahun lalu, namun jaringan yang digunakan masih jaringan internet biasa. Menurutnya, jaringan tersebut tidak bisa digunakan untuk jaringan absensi online FO.

“Semua SOPD nanti akan dipasang jaringan FO. Kemarin memang sudah ada beberapa dinas yang menerapkan absen online, tapi itu hanya uji coba,” ujarnya.

Namun, pihaknya mengaku tidak bisa memprediksi kapan pemasangan jaringan tersebut akan selesai dilakukan. Sebab, pemasangan jaringan untuk absen online di semua SOPD membutuhkan waktu yang panjang. Apalagi, untuk pengadaan tersebut saat ini masih dalam proses pengajuan untuk dilelang sehingga pihaknya tidak bisa pasti kapan pemasangan akan selesai.

“Masih belum tahu, kita tunggu proses lelang selesai,” ungkap Koesman.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep, Titik Suryati, mengatakan, untuk mengantisipasi adanya pegawai nakal dan tidak profesional, pihaknya akan menerapkan absensi online di semua kantor yang ada di Kabupaten Sumenep. Baik di wilayah daratan maupun kepulauan, termasuk yang berada di kecamatan. Namun, penerapan absensi online tersebut masih terkendala jaringan yang belum tersedia.

“Alatnya kita sudah ada, tapi kita masih menunggu jaringan yang kewenangannya ada di Diskominfo. Target kita Agustus sudah semua wilayah sudah menerapkan absen online,” terang Titik Suryati. (Ozi)

Komentar