oleh

Angka Kemiskinan Sumenep Capai 211 Ribu Lebih

News Satu, Sumenep, Jumat 16 Maret 2018- Angka Kemiskinan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim) masih cukup tinggi, yakni mencapai 211 ribu 920 jiwa di 2017 atau sekitar 19, 90 persen dari total jumlah penduduk satu (1) juta jiwa lebih. Menyikapi masih tinggi angka kemiskinan tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep membentukan Kelompok Kerja (Pokja).

“Jika dibandingkan pada tahun 2016 yang angka kemiskinannya mencapai 20,09 persen, pada tahun 2017 sudah mengalami penurunan hingga 19,90 persen. Namun demikian kami akan terus menekan angka tersebut dengan membentuk Pokja,” ujar Bupati Sumenep, Dr.KH. A Busyro Karim, M. Si, Jumat (16/3/2018).

Orang nomor satu di Kabupaten Sumenep menerangkan, tugas dari Kelompok Kerja (Pokja) tersebut adalah mengoptimalkan upaya pengentasan kemiskinan dan mensinergikan dengan seluruh program Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) untuk mengintervensi penanganan warga miskin. Bahkan pada tahun 2018 ini, pihaknya menagetkan angka kemiskinan berada di posisi 19,72 persen atau kalau bisa 19,50 persen.

“Selain diberi bantuan berupa pangan maupun papan melalui SOPD teknis, warga miskin juga akan didorong dalam skill dan usahanya, sehingga tidak bergantung pada bantuan pemerintah pada setiap tahunnya. Melainkan mereka (masyarakat miskin, red) sudah memiliki usaha sendiri atau keterampilan,” ungkapnya.

Lanjut Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep ini, pengentasan kemiskinan tidak harus bergantung pada APBD saja, melainkan pihaknya akan menarik investor datang ke Sumenep untuk membuka lapangan kerja baru. Apalagi Kabupaten Sumenep pada tahun 2018 ini mencanangkan program visit, sehingga diharapkan banyak investor datang untuk berinvestasi di sektor Pariwisata, maka tidak menutup kemungkinan lapangan kerja juga terbuka.

“Dengan pengembangan pariwisata dan banyaknya investor yang berinvestasi di Sumenep, maka lapangan kerja juga akan terbuka. Selain itu juga bisa meningkatkan perekonomian masayarakat,” imbuh mantan Ketua DPRD Sumenep dua periode ini. (Roni)

Komentar