oleh

Atasi Banjir, Dinas PUPRKP Dan Cipta Karya Sumenep Mulai Normalisasi 4 Drainase

News Satu, Sumenep, Sabtu 14 April 2018- Untuk mengatasi terjadinya banjir atau genangan air di sejumlah jalan protokol dan pemukiman warga Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim) setiap hujan deras, nampaknya mendapatkan perhatian serius dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman (PUPRKP) dan Cipta Karya.

Terbukti saat ini, ada empat titik drainase yang dilakukan normalisasi, seperti Drainase Jalan Raya Gapura ke Kali Patrian mulai dikerjakan dengan anggaran sebesar Rp 650 juta, kemudian Pembangunan Saluran Drainase di lokasi Jalan Kartini, Jalan Jati Mas ke kali Patrian dengan anggaran Rp 4 miliar.

“Normalisasi juga dilakukan pada saluran di wilayah Koramil Kota menuju kali Patrian yang anggarannya Rp 800 juta, dan pembangunan kolam Detensi di Desa Kolor yang dianggarkan sebesar Rp 925 juta,” kata Drs. Bambang Irianto, M.Si, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya, Sabtu (14/4/2018).

Ia menerangkan, terjadinya genangan air di wilayah perkotaan, terjadinya karena tingginya debit air. Sedangkan drainase yang ada mnasih belum mampu untuk menampung debit air tersebut, dan kurangnya serapan yang mampu menyerap air saat curah hujan tinggi.

Sebab, selama ini semua saluran air menuju ke Kali Marengan, sehingga selalu terjadi genangan air atau banjir di sejumlah Jalan Protokol di Kabupaten Sumenep. Untuk mengatasi hal tersebut harus dibagi pembuangan airnya, yakni ke Kali Patrian dan Kali Marengan.

“Semuanya mengarah ke Kali Marengan, sehingga tidak mampu menampung debit air yang cukup besar tersebut. Jadi kami harus memecah saluran air tersebut, yakni ke Kali Marengan dan Kali Patrian, selain itu juga membuat kolam Detensi untuk menampung air,” ujar mantan Kepala Disbudparpora Sumenep ini.

Dalam penanganan banjir di wilayah perkotaan, Dinas PU PRKP dan Cipta bekerjasama dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA). Sehingga, penanganan banjir setiap hujan lebat turun bisa diatasi dan tidak lagi dikeluhkan warga.

“Saya selalu berkoordinasi dengan Dinas SDA dalam penanganan banjir di wilayah perkotaan. Sebab penanganan banjir ini harus ada sinergiritas antar OPD, jadi di Dinas menangani masalah Drainase, sedangkan di SDA masalah penyerapan airnya,” pungkasnya. (Roni)

Komentar