News Satu, Sumenep, Kamis 6 April 2017- Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kebangpolinmas) Sumenep, Madura, Jawa Timur belum bisa mencairkan dana bantuan bagi partai politik (Banpol). Hal itu terjadi karena hingga saat masih belum ada hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kami masih belum bisa mencairkan dana Banpol tersebut, karena menunggu hasil audit BPL,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kebangpolinmas) Sumenep Moh. Kafrawi, Kamis (6/4/2017).

Ia merangkan, hasil audit keuangan dari BPK merupakan salah satu persyaratan untuk mencairkan dana tersebut. Namun demikian hingga saat ini pihaknya masih belum melakukan proses Verifikasi terhadap Parpol yang akan mendapatkan dana tersebut. Sebab sesuai dengan ketentuan, hanya Parpol yang mempunyai kursi di DPRD Sumenep, berdasarkan hasil Pemililihan Legislatif (Pileg) tahun 2014 yang bisa menerima dana Banpol tersebut.

“Ya bagi parpol yang tidak tidak memiliki kursi di gedung DPRD Sumenep, tidak akan mendapatkan dana Banpol,” ujarnya.

Lanjut mantan Kepala Satpol PP Sumenep ini, besaran bantuan yang akan diterima oleh setiap partai politik (Parpol) dipastikan tidak sama. Karena pemberian bantuan disesuaikan dengan jumlah suara yang diperoleh pada saat pelaksanaan pileg tahun 2014. Yakni setiap suara dihargai sekitar Rp 15 ribu. Contohnya saja, jika pada Pileg 2014 mendapat sebanyak 90 ribu suara, maka bantuan yang diberikan sebesar Rp 1.350.000.000,

“Dari 15 Parpol peserta Pimilu 2014 teramasuk partai lokal Aceh, yang mempunyai kursi di DPRD Sumenep hanya 11 Parpol,” ungkapnya.

Kesebelas (11) Partai Politik tersebut, yakni Partai Nasional Demokrat (Partai Nasdem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Golongan Karya (Partai Golkar), Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra).

Kemudian, Partai Demokrat (PD), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Bulan Bintang (PBB), serta Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sedangkan Di gedung DPRD Sumenep, kesebelas (11) Parpol tersebut terbagi menjadi tujuh fraksi, yakni Partai Fraksi Persatuan Pembangunan, Fraksi Partai Amanat Nasional, Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra Sejahtera, Fraksi Partai Demokrasi Indoseia Perjuangan, Fraksi partai Demokrat, dan fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.

“Jika semua pesyaratan sudah lengka, kami pasti akan langsung merekomendasikan untuk mencairkan dana bantuan Partai Politik (Bapol) tersebut,” imbuhnya. (RH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.