News Satu, Sumenep, Selasa 2 Mei 2017- Untuk memastikan pelaksanaan UNBK tingkat SMP dan sederajat di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, berjalan lancar, Bupati setempat bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meninjau langsung pelaksanaan UNBK di sejumlah sekolah, Selasa (2/5/2017).

Dalam kesempatan ini, Bupati bersama Forkopimda mengunjungi tiga sekolah yang menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK), yakni MTs Negeri Giling, SMPIT Pangarangan dan SMP 1 Sumenep.

Bupati Sumenep, A Busyro Karim, mengatakan, pemantauan tersebut sengaja dilakukan untuk memastikan pelaksanaan UNBK berjalan lancar. Apalagi, pelaksanaan UNBK untuk tingkat SMP dan sederajat di Kabupaten ujung timur Madura ini merupakan kali pertama diselenggarakan.

“Hari ini bersama jajaran Forkopimda melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan UNBK tingkat SMP di beberapa sekolah. Untuk memastikan apakah ada kendala atau tidak,” kata Bupati Sumenep, A Busyro Karim, kepada wartawan, Selasa (2/5/2017).

Bupati menjelaskan, dari hasil yang pemantauan yang dilakukan tersebut, tidak ditemukan kendala yang dihadapi para siswa maupun lembaga dalam pelaksanaan UNBK. Bahkan, UNBK yang baru dilakukan tahun ini berjalan lancar dan maksimal.

“Alhamdulillah di hari pertama ini tidak ada kendala dalam pelaksanaan. Semuanya berjalan lancar,” ucap Ketua DPC PKB Sumenep ini.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, A Shadik, menuturkan, jumlah sekolah yang menyelenggarakan UNBK tahun ini sebanyak 50 lembaga. Dengan rincian 47 lembaga berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan tiga lembaga berada di bawah naungan Kemenag.

“Semuanya berada di wilayah daratan, hanya satu sekolah yang menyelenggarakan UNBK di wilayah kepulauan yakni di Kecamatan Talango,” terang Shadik.

Sementara sekolah yang melaksanakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) sangat mendominasi yakni sebanyak 123 lembaga yang tersebar di wilayah daratan dan kepulauan. Sedangkan jumlah total siswa yang mengikuti ujian nasional tahun ini berjumlah 15.147 siswa.

“Laporan untuk sesi pertama berjalan lancar dan tidak ada kendala,” pungkasnya. (Ozi)

Komentar