News Satu, Sumenep, Senin 1 Mei 2017- Dinas Kesehatan Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim), memprogramkan rumah singgah bagi masyarakat kepulauan yang hamil dengan resiko tinggi. Namun demikian program rumah singgah tersebut dinilai kurang sosialisasi, sehingga banyak masyarakat kepulauan yang tidak mengetahui keberadaan rumah singgah tersebut.

“Saya memang bagus program dari Dinas Kesehatan ini, akan tetapi bukan Cuma hanya program saja, melainkan harus di sosialisasikan kepada masyarakat,” kata Sekretaris Komisi IV DPRD Sumenep, Imran, Senin (1/5/2017).

Terbukti lanjut Politisi Partai Hanura ini, hingga saat ini peminat dari program tersebut hanya terbatas dari kepulauan Sapeken dan Masalembu. Sedangkan masyarakat dari kepulauan lainnya masih mengaku tidak tahu dengan keberadaan program rumah singga bagi ibu hamil dengan resiko tinggi.

“Seharusnya Dinas Kesehatan menggerakan semua UPT Puskesmas untuk mensosialisasikan progam rumah singgah bagi ibu hamil dengan resiko tinggi tersebut, namun ternyata tidak dilakukan,” ujar anggota DPRD Sumenep asal Kepulauan Kangean ini.

Sementara, Dinas Kesehatan meluncurkan program rumah singgah yang diperuntukkan bagi masyarakat Kepulauan yang hamil dengan resiko tinggi ini, bertujuan untuk memberikan penanganan medis secara maksimal kepada pasien yang tidak bisa ditangani di Puskesmas.

Selain itu, seluruh kebutuhan hidup pasien, maksimal 2 bulan selama di wilayah darataan ditanggung oleh Dinas Kesehatan, hal ini untuk meminimalisir atau menekan angka kematian ibu dan bayi. (Roni)

Komentar