News Satu, Sumenep, Kamis 19 April 2018- Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim) memiliki 126 Pulau baik berpenghuni maupun tidak. Selain itu, Kabupaten yang berada di ujung timur pulau garam Madura ini, juga memiliki Sumber Daya Alam (SDA) seperti Minyak dan Gas.

Namun demikian, meski memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) pembangunan di Bumi Sumekar ini masih tidak ada peningkatan, melainkan hanya sebuah Bandara yang kini masih dilayani oleh sebuah Pesawat jenis ATR 72 dan Pesawat Perintis. Sedangkan, dari pembangunan infrastruktur di Sumenep masih jauh dari harapan, terutama di wilayah kepulauan yang kondisinya masih sangat memprihatinkan.

Belum lagi masalah persoalan listrik di Kepulauan yang selama ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat, rata-rata masyarakat di wilayah Kepulauan masih bisa menikmati listrik 12 jam, bahkan ada yang belum sama sekali. Pembangunan yang fokus dan berkesinambungan adalah keharusan yang membuat pembangungan itu berkelanjutan.

Kekuatan ekonomi sumenep yang ditopang oleh sektor, perikanan. Perkebunan dan pertanian memang jarus dicukupkan kebutuhan infrastrukturnya. Sehingga tidak ada lagi petani,pekebun dan nelayan yang mengelur tentang kurangnya sarana dan prasarana yang diperlukan dan tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah.

Hal ini yang memebuat ekonomi bergerak lamban dan hampir stagnan. Pertumbuhan dan peningakatan ekonomi diperlukan sebagai basic income untuk masyarakat pedesaaan sehingga dampak inflasi tidak menambah angka kemiskinan.

“Dari segi Infrastruktur Pemerintah mulai melakukan percepatan pembangunan di wilayah kepulauan, pada tahun 2018 menganggarkan sekitar Rp 34,55 miliar, sedangkan dari kelistrikan Pemerintah juga mulai meluncurkan program Kelistrikan Kepulauan,” ujar Hairul Anwar, Seorang Pengusaha Muda di Sumenep, Kamis (19/4/2018).

Lanjut Tokoh Muda yang peduli terhadap pembangunan di Sumenep ini, berbicara kekayaan alam Kabupaten Sumenep, memang memiliki beberapa tambang minyak dan gas (Migas), namun ternyata itu tidak menjamin kesejahteraan bagi masyarakat Sumenep, terbukti angka kemiskinan masih nomor 3 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Akan tetapi, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Sumenep, tidak harus mengandalkan Migas. Melainkan Pemerintah Daerah harus membuat terobosan baru dengan mengembangkan pariwisata, sebab Sumenep memiliki wisata Alam, Wisata Bahari dan Wisata Religi dan ditambah lagi dengan Wisata Kesehatan yang kini menjadi Ikon Indonesia.

Jika pariwisata ini terus dikembangkan dan promosi yang gencar, baik Desatinasi wisata yang ada di daratan maupun kepulauan, maka Sumenep akan kebanjiran wisatawan Nusantara (Wisnu) maupun wisatawan manca Negara (Wisman).

“Jika ini terus dikembangkan dan dikelola dengan baik, serta promosi yang gencar, maka tidak menutup kemungkinan, Sumenep akan dibanjiri para wisatawan manca Negara (Wisman) dan wisatawan Nusantara (Wisnu),” ungkap Ketua BM DPD PAN Sumenep ini.

Program Visit Sumenep 2018 yang dicanangkan Pemerintah Daerah, harus dilaksanakan dengan serius, sehingga benar-benar dirasakan langsung oleh Masyarakat. Jangan sampai program tersebut hanya menargetkan bisa mendatangan Wisatawan manca Negara (Wisman) maupun wisatawan Nusantara dan tidak ada efek pada peningkatan perekonomian masyarakat.

“Program ini bagus, tapi dibutuhkan keseriusan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan program itu. Sebab, hingga saat ini masih belum dirasakan oleh masyarakat dari Program Visit Sumenep 2018, jangankan masyarakat kepulauan, masyarakat daratan-pun belum merasakan dampak dari program tersebut,” tukasnya. (Roni)

Komentar