oleh

Hardiknas, Mutu Pendidikan Sumenep Terus Alami Peningkatan

News Satu, Sumenep, Rabu 2 Mei 2018- Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim) terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Terbukti sejak tahun 2016 hingga 2017 indek pembangunan manusia di bumi Sumekar terus mengalami peningkatan, yakni pada tahun 2016 meningkat 63,42 poin dan pada tahun 2017  meningkat menjadi 64,28 poin.

“Terus naiknya poin Indek Pembangunan Manusia (IPM) ini membuktikan jika dimensi pendidikan mengalami peningkatan,” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A Busyro Karim, M.Si, Rabu (2/5/2018) pada sambutannya di Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman Pemkab Sumenep.

Lanjut Bupati dua periode ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep berkomitmen akan terus meningkatkan mutu pendidikan, namun demikian ada beberapa tantangan yang masih menjadi tugas berat, yakni dalam pemenuhan sarana prasarana pendidikan serta mutu.

“Kita masih harus meningkatkan sarana prasarana Pendidikan,” ujar mantan Ketua DPRD Sumenep dua periode ini.

Dengan tantangan itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep tidak akan berkecil hati dan akan terus memacu peningkatan mutu pendidikan. Bahkan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Sumenep, telah membuat Program baca tulis al-quran dan wajib diniyah bagi sekolah dari jenjang SD hingga SMA. Hal ini sebagai tanggung jawab pemerintah daerah dalam membekali peserta didik di sumenep dengan karakter dan nilai agama yang kuat.

“Mulai tahun ini juga, Pemerintah Daerah Sumenep melakukan inovasi pendidikan terhadap nilai-nilai budaya, dalam bentuk lomba antar siswa dengan mengakomodasi kekayaan budaya lokal yang hampir hilang, seperti lomba dungngeng madura, lomba pal-kapalan, lomba tan-pangantanan, rap-kerraban, salodur, syair madura, bal-budi, dan tenjak,” ungkap Ketua DPC PKB Sumenep ini.

Pemerintah Daerah juga telah melakukan nota kesepakatan bersama dengan Kementrian Agama Sumenep dan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep guna melaksanakan kegiatan siswa yang mengarah kepada pembentukan karakter dan kompetensi siswa, seperti kewajiban penggunaan bahasa Madura dan Inggris serta pembacaan sholawat nabi, asmaul husna dan surat yasin bagi siswa.

“Ikhtiar besar untuk pendidikan hanya akan terwujud, apabila kita bekerja keras dan membuka lebar-lebar partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pendidikan. Kita harus mengubah perspektif bahwa ikhtiar memajukan pendidikan bukan hanya urusan pemerintah, melainkan urusan kita bersama,” pungkansya. (Roni)

Komentar

News Feed