oleh

Harga BBM Melambung, KWK Kangean Akan Laporkan APMS Ke DPRRI

News Satu, Sumenep, Selasa 30 Januari 2018- Tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kepulauan Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim) yang mencapai Rp 10 ribu/boto di tingkat pengecer, merupakan sebuah persoalan yang tidak pernah habis dan tidak ada solusinya.

Sebab, meski sudah ada dua Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) yang beroperasi di Kepulauan Kangean, ternyata tidak bisa menjadi solusi untuk mengatasi mahalnya harga BBM. Bahkan keberadaan dua (2) APMS tersebut malah dinilai menambah persoalan baru dalam pendistribusian BBM di wilayah Kangean.

“Keberadaan APMS tidak bisa menjadi solusi terjadinya kelangkaan maupun mahalnya harga BBM, melainkan malah menimbulkan persoalan baru saja di masyarakat,” ujar Safiudin, Ketua Komunitas Warga Kepulauan Kangean (KWKK), Selasa (30/1/2018).

Lanjut Aktivis Kepulauan Kangean ini, selama ini pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat, jika APMS telah diduga menjual BBM jenis Premium kepada para pengecer dengan diatas ketentuan harga, yakni sekitar 1 juta 600 ribu persatu drum isi 200 liter tanpa melalui dispenser, tak ayal saat para pengecer menjual Premium harganya mencapai Rp 10 ribu.

“Stok BBM sering habis di APMS yang ada hanya di tingkat pengecer. Itu terjadi karena APMS menjual kepada para pengecer sebelum masuk dispenser, selain itu pula harganya juga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET),” ungkapnya.

Oleh karena itu sambung Safiudin, pihaknya akan melaporkan beberapa dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh APMS ke Komisi VII DPRRI. Bahkan pihaknya juga akan meminta kepada wakil rakyat yang ada di senayan untuk mencarikan solusi agar warga Kepulauan Kangean tidak selalu menjerit masalah BBM.

“Beberapa bukti pelanggaran yang dilakukan APMS sudah kami kantongi, dan kami tinggal membeberkan di gedung senayan nantinya. Selain itu, kami juga akan meminta kepada Komisi VII agar mencarikan solusi persoalan BBM di Kangean,” pungkasnya. (Roni)

Komentar

News Feed