News Satu, Sumenep, Kamis 4 Mei 2017- Dalam pelaksanaan Ujian Nasional baik yang Berbasis Komputer (UNBK) maupun berbasis Kertas dan Pensil (UNKP), Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memperoleh nilai tertinggi diantara empat kabupaten yang ada di pulau Madura. Sedangkan tiga kabupaten lain yakni Pamekasan, Bangkalan dan Sampang berurutan menempati posisi di bawahnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep, Assyari Arie mengatakan, berdasarkan peta pendidikan yang dipaparkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, perolehan nilai pelaksanaan UNBK maupun UNKP khusus wilayah Madura tertinggi diperoleh Kabupaten Sumenep. Namun jika diperluas dalam lingkup provinsi Jawa Timur, Kabupaten yang mempunyai jargon soul of Madura ini menempati posisi nomer empat dari bawah.

“Hasil UNBK dan UNKP tingkat SMA se- Jawa Timur, Madura menempati posisi terendah. Namun diantara empat Kabupaten yang ada di Madura, Sumenep memperoleh nilai tertinggi,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep, Assyari Arie, Kamis (4/5/2017).

Melihat hasil tersebut, Assyari mengaku tidak terkejut dengan perolehan nilai yang diraih empat kabupaten di Madura. Pasalnya, indeks pembangunan manusia (IPM) di Madura masuk dalam kategori zona merah atau di bawah rata-rata Jawa Timur. Sementara khusus Kabupaten Sumenep, sarana dan prasarana yang tidak memadai juga menjadi faktor penghambat pelaksanaan UNBK khususnya di wilayah kepulauan.

“Berdasarkan peta pendidikan Jawa Timur, Sumenep berada di nomer empat terendah se Jawa Timur,” jelasnya.

Meski demikian, Assyari memastikan semua siswa kelas akhir di tingkat SMA dan sederajat di Sumenep lulus seratus persen. Sebab, nilai ujian nasional tahun ini tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Namun, pihaknya tidak menyebutkan secara rinci berapa nilai rata-rata UN yang diperoleh siswa.

“Untuk pelulusan alhamdulillah berjalan lancar tanpa ada aksi coret dan tawuran,” imbuhnya. (Ozi)

Komentar