Ini 4 Tuntutan Masyarakat Kepulauan Pada Pemkab Sumenep

News Satu, Sumenep, Selasa 5 September 2017- Persoalan yang ada di Kepulauan Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim) begitu komplit, mulai dari pembangunan infrastruktur, pelayanan publik hingga persoalan ekonomi kerakyatan. Hal ini terjadi karena kurang perhatiannya Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep terhadap wilayah kepulauan.

Menanggapi hal tersebut, para pemuda dan tokoh masyarakat Kepulauan mendesak agar Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep menyikapi persoalan tersebut, seperti persoalan transportasi, Penerangan atau pesoalan PLN, infrastruktur dan Rumah Sakit di Kepulauan.

“Ada empat persoalan yang sangat fundamental dan harus segera disikapi oleh Pemerintah Daerah. Oleh karena itu, kami (Pemuda dan Tokoh Masyarakat Kepulauan,red) akan mengawal pesoalan tersebut,” ujar Syaifuddin, salah seorang warga Kepulauan, Selasa (5/9/52017).

Bahkan dalam forum Masyarakat Kepulauan yang menjadi pembicaraan hangat warga diantaranya, soal transportasi kapal laut, sebab kapal laut yang ada saat ini kurang representatif, seperti kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) I milik Pemkab Sumenep sudah kurang layak, karena selain mengangkut penumpang, DBS I  juga mengangkut hewan ternak seperti kambing dan ayam.

“Ironi sekali saat naik Kapal DBS I, masa manusia (Penumpang) tidur dengan ayam di dalam Kapal. Ini sudah sangat tidak layak dan harus segera diatasi oleh Pemkab Sumenep,” ujarnya.

Selain itu lanjut Syafuddin, masyarakat kepulauan juga mengeluhkan persoalan listrik yang di layani oleh PLN, karena sudah bertahun-tahun pelayanan listrik selalu bermasalah, pemadaman bergilir dengan bermacam alasan klasik.

“Jangankan nyala 24 jam seperti yang di janjikan pemerintah daerah, nyala 12 jam aja masih sering padam terutama kalau memasuki musim angin,” tandasnya.

Sedangkan persoalan yang ketiga adalah tentang pembangunan infrastruktur jalan aspal di kepulauan Kangean, dari tahun ke tahun kondisinya sangat memprihatinkan, yakni jalan aspal rusak mulai dari ujung barat Kecamatan Arjasa hingga ujung timur Kecamatan Kangean jalan kondisinya sangat memprihatinkan.

“Jangankan pembangunan rumah sakit yang dijanjikan pemerintah selama ini akan terlaksana, bangun jalan saja pemerintah daerah hanya cukup sekedar wacana saja. Terbukti hingga saat ini tidak ada realisasinya,” pungkasnya.

Menanggapi keinginan masyarakat kepulauan tersebut, Moh. Syukri Anggota DPRD Sumenep asal Kepulauan Kangean mengatakan, pihaknya akan mengawal keinginan masyarakat kepulauan ini, sebab pesoalan tersebut sangat fundamental dan harus segera di sikapi oleh Pemkab Sumenep.

“Saya siap mengawal persoalan tersebut, dan saya akan mendesak Pemeirntah segera mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat Kepulauan ini,” katanya di depan masyarakat Kepulauan. (Roni)

Komentar