oleh

Inilah Desain Nata Kota, Bangun Desa Pemkab Sumenep

News Satu, Sumenep, Senin 3 April 2017- Nata Kota, Bangun Desa nampaknya bukan hanya sebuah visi misi dari pasangan Bupati (A Busyro Karim) dan Wakil Bupati (Achmad Fauzi) Sumenep, Madura, Jawa Timur. Terbukti pada tahun 2017 ini, Pemerintah daerah kabupaten Sumenep mulai melakukan penataan di wilayah kota, seperti menyulap terminal lama menjadi sebuah rest area dengan mendesain tata ruang hijau, dan pembangunan di lima (5) Desa sebagai kota percontohan di Kecamatan.

“Kami telah anggarkan Rp 4,2 miliar untuk menyulap terminal lama menjadi sebuah rest area dengan desain tata ruang hijau taman Tajamara, dan direncanakan tahun ini sudah dilaksanakan,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya, Bambang Irianto, Senin (3/4/2017).

Sesuai dengan tugas dan fungsinya, Dinas PRKP dan Cipta Karya ini akan terus melakukan penataan di wilayah kota, bahkan tidak hanya menjadikan eks terminal lama menjadi sebuah rest area dengan desain tata ruang hijau. Melainkan pada tahun 2017 pihaknya juga telah mendesain di depan taman adipura atau depan Masjid Jamik Sumenep, yakni pembangunan 4 payungan seperti yang ada di Nabawi atau di Masjidil Haram.

Inilah Desain Nata Kota, Bangun Desa Pemkab Sumenep1“Kami anggarkan Rp 11 miliar, namun dalam pelaksanaan dibagi menjadi dua bagian, yakni pada tahun 2017 dan tahun 2018. Karena dalam pembangunan ini tidak bisa dilakukan sekaligus,” ungkapnya.

Lanjut mantan Kepala Disparbudpora Sumenep ini, selain melakukan penataan di wilayah kota, pihaknya juga tidak mengeyampingkan pembangunan di wilayah pedesaan. Bahkan pada tahun 2017 ini, ada 5 Desa yang telah didesain untuk menjadi sebuah pusat perkotaaan di Kecamatan, yakni, Desa Gapura, Lenteng, Rubaru, Arjasa kepulauan Kangean, dan Kepulauan Raas.

Dalam desainnya nanti, Desa yang akan dijadikan pusat kota di Kecamatan tersebut akan diberi tata ruang hijau, penerangan lampu, pembangunan trotoar, dan ada jalur hijaunya. Namun demikian dalam pembangunan Desa ini, pihaknya harus bersinergi dengan beberapa instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan dan Dinas PU Bina Marga.

“Maksud dari menjadikan Desa sebagai pusat perkotaan di Kecamatan ini tidak lain untuk memecah keramaian, artinya masyarakat berkumpul tidak haru ke kota, melainkan cukup di Desa yang dijadikan pusat kota, karena nantinya akan dibangun taman bermain di setiap kota yang ada di masing-masing Kecamatan,” ujar Bambang Irianto.

Oleh akrena itu, pihaknya berharap adanya dukungan dari semua elemen masyarakat dalam penataan kota dan bangun Desa ini. Sehingga pembangunan di Sumenep benar-benar berjalan dengan maksimal dan bisa dinikmati oleh masyarakat Sumenep.

“Dalam pembangunan ini, pastinya harus didukung oleh semua pihak agar bisa berjalan sesuai dengan konsep dan target Pemerintah daerah dalam menghadapi Visit Sumenep 2018,” pungkasnya. (RH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.