oleh

Kapan Ya ??? Warga Kepulauan Sumenep Bisa Menikmati Listrik

News Satu, Sumenep, Kamis 6 April 2017- Pada Era Globalisasi ini, semuanya sudah serba modern dan canggih. Namun bagi masyarakat Kepulauan Sumenep, Madura, Jawa Timur sama saja, sebab meskipun memiliki barang yang sudah canggih dan modern tetap saja tidak bisa dibutuhkan, karena aliran listrik masih terbatas, bahkan ada sebagian kepulauan yang tidak teraliris listrik sama sekali.

Berdasarkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) aliran listrik di kepulauan masih belum maksimal, dari seluruh kepulauan yang ada hanya 28 persen yang teraliri listrik, sedangkan sisanya masih belum ada sama sekali.

“Berdasarkan data yang kami miliki, untuk wilayah kepulauan hanya 28 persen yang sudah teraliri listrik,” kata Kepala Bidang Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna (TTG), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumenep, Sabenih, Kamis (6/4/2017).

Ia mengungkapkan, untuk mengatasi kebutuhan listrik yang masih tinggi itu, Pemkab tahun ini telah menganggarkan alokasi kelistrikan sebesar Rp 7 miliar. Namun ia mengakui jika angka tersebut masih minim untuk menjangkau semua kebutuhan masyarakat.

“Bayangkan saja, untuk satu tiang saja itu sudah jutaan biayanya. Belum lagi jaringan dan travonya,” ujar Sabenih.

Sedangkan pada tahun 2017 ini, anggaran untuk kelistrikan hanya sebesar Rp 7 miliar, yang akan diproyeksikan untuk pengadaan PLTD di wilayah kepulauan Giliraja dan Desa Gelaman, Kecamatan Arjasa. Sementara sisanya akan dialokasikan untuk pemeliharaan PLTS di PJU Daratan, Kecamatan Kangayan, dan Kecamatan Nung-gunung.

“Sebenarnya ada lagi PLTD di Desa Jangkong, Kecamatan Batang-bantang, tapi itu masih belum bisa dipastikan,” ucapnya.

Ia menambahkan, untuk mengatasi kebutuhan listrik yang masih tinggi, pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak PLN untuk mengalirkan ke tiap pelosok daerah. Menurutnya, anggaran kelistrikan tidak bisa hanya mengandalkan dari anggaran pemerintah daerah.

“Masalah kelistrikan tentu tidak bisa hanya mengandalkan dari anggaran pemerintah. Sebab, itu bukan anggaran kecil,” pungkasnya.

Dilihat dari segi potensi alam kabupaten Sumenep, khususnya wilayah kepulauan memiliki kekayaan yang cukup besar. Bahkan sejumlah perusahaan Migas beroperasi di wilayah Kepulauan, namun kenyataannya nasib masyarakat Kepulauan seperti “Ayam Mati Di Lumbung Padi”, terbukti pembangunan infrastruktur masih jauh harapan, apalagi masalah jaringan kelistrikan. (Ozi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.