News Satu, Sumenep, Jumat 24 Maret 2017- Mengisi liburan biasanya banyak warga mengunjungi tempat wisata, namun sebelum berwisata sebaiknya pilihlah tempat yang bisa benar-benar mengisi liburan. Di Sumenep, Madura, Jawa Timur ada sebuah lokasi wisata yang sangat cocok sekali untuk dijadikan sebuah tempat berlibur, bahkan bisa menyehatkan bagi para pengunjungnya, karena lokasi wisata yang berad di Pulau Gili Iyang ini memiliki kadar oksigen 20,9 persen.

Wisata di Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek ini tidak hanya memiliki kadar oksigen yang cukup tinggi, melainkan juga para wisatawan bisa menikmati keindahan pantai di pulau tersebut. Tak ayal banyak para wisatawan yang berkunjung ke Pulau ini, bahkan sejumlah Menteri Republik Indonesia (RI), Seperti Menpora dan lain sebagai juga mengunjungi wisata kesehatan yang berada di ujung timur pulau Madura.

Namun demikian setiap tempat wisata pasti ada kekurangan dan kelebihannya, baik dari sarana prasarana maupun infrastruktur di kepulauan tersebut. Akan tetapi para pengunjung atau wisatawan tidak perlu khawatir, karena saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, mulai melakukan pembenahan terhadap sejumlah lokasi wisata, bahkan wisata di Pulau Gili Iyang ini di desain sebagai wisata sehat dan halal.

“Ya namanya sudah wisata sehat, maka harus terbebas dari hal yang memabukkan, seperti tidak boleh ada minuman keras atau alkohol, tidak boleh ada narkoab. Kami memang sengaja mendesain tempat wisata tersebut bisa menyehatkan lahir batin, mungkin di daerah lain disebut dengan Wisata Halal “ kata Bupati Sumenep, A Busyro Karim, Jumat (24/3/2017)

Lanjut orang nomor satu di Sumenep ini, Pemerintah akan menjaga nilai-nilai leluhur dan sesuatu hal yang baik yang telah menjadi warisan nenek moyang, seperti budaya santri yang kental di Sumenep.

Selain itu, pihaknya juga telah menginstruksikan pada Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep untuk menjalin komunikasi dan melakukan pertemuan dengan PBNU dalam rangka bekerjasama, seperti yang dilakukan Pemkot Batu dalam acara Batu International Islamic Tourism (BIIT) akhir 2016 lalu.

“Batu saja bisa, Kenapa Sumenep Tidak,” ujar Ketua DPC PKB Sumenep ini.

Oleh karena itu, Pemkab Sumenep akan terus bekerja semaksimal mungkin untuk melakukan pembenahan terhadap sejumlah lokasi wisata, sehingga Visit Sumenep tahun 2018 atau tahun kunjungan wisata tidak menciderai budaya, nilai-nilia leluhur dan bisa diterima oleh masyarakat sekitar.

“Tidak perlu khawatir, sebab semuanya sudah serba sehat dan halal,  Nantinya pihak travel yang akan memanjakan para wisatawan, berhentinya dimana, makannya dimana, sholatnya dimana, maka semuanya insya Allah akan terjaga,” pungkasnya. (RH)

Komentar