News Satu, Sumenep, Sabtu 15 April 2017- Untuk menjadikan Bandara Trunojoyo, Sumenep, Madura, Jawa Timur sebagai penerbangan komersil, nampaknya masih terhalang oleh bangunan SMA PGRI. Sebab hingga saat ini pembebasan lahan terhadap SMA PGRI tersebut masih belum ada penyelesaian dan Pemkab Sumenep tidak bisa melakukan penggusuran terhadap sekolah tersebut.

“Sampai saat ini, kami masih kesulitan untuk menyelesaikan pembebasan lahannya, karena setelah mau dibebaskan, ternyata banyak yang ngaku sebagai pemilik lahan, padahal dari hasil koordinasi dengan pihak yayasan itu merupakan asetnya. Jadi dalam penyelesaian kepemilikan lahan tersebut, kami serahkan kepada Yayasan SMA PGRI,” kata Bupati Sumenep, A Busyro Karim, Sabtu (15/4/2017).

Lanjut Ketua DPC PKB Sumenep ini, dalam penyelesaian pembebasan lahan SMA PGRI Sumenep, pihaknya menyediakan anggaran sekitar Rp 10 miliar, sehingga jika sudah ada kepastian dari kepemilikan lahan SMA PGRI, maka pemerintah daerah bisa langsung melakukan pembebasan .

Saat ini yang menjadi kendala, Bandara Trunojoyo sebagai Bandara Komersil adalah SMA PGRI. Sebab berdasarkan hasil koordinasi dengan Otoritas Bandara Trunojoyo, semua fasilitas sudah siap dan Pesawat Reguler tinggal beroperasi saja.

“Bandara Trunojoyo memiliki landasan pacu sepanjang 1.600 meter, jadi sudah layak pesawat reguler yang berkapasitas 70 penumpang atau pesawat komersial,” ujar mantan Ketua DPRD Sumenep dua periode ini.

Jarak antara ujung landas pacu pesawat di Bandara Trunojoyo dengan bangunan SMA PGRI Sumenep sekitar 230 meter, sehingga tidak mungkin pesawat reguler bisa beroperasi. Oleh karena itu, pihaknya berharap dalam waktu dekat sudah ada penyelesaian pembebasan lahan SMA PGRI Sumenep.

“Semoga saja dalam waktu dekat sudah bisa tuntas pembebasan lahan SMA PGRI Sumenep ini. Jadi pada tahun 2017, pesawat reguler bisa beroperasi di Bandara Trunojoyo, sehingga perekonomian masyarakat juga akan meningkat dan tahun kunjungan wisata atau Visit Sumenep Years 2018 berjalan sesuai dengan target pemerintah daerah,” pungkasnya. (Roni)

Komentar