oleh

Penerbangan Perintis Kurang Diminati, Apa Yang Dilakukan Dishub Sumenep???

News Satu, Sumenep, Senin 3 April 2017- Kurangnya minat masyarakat untuk memanfaatkan penerbangan perintis di Bandara Trunojoyo, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih menjadi pekerjaan rumah Pemkab setempat. Pasalnya, setiap melakukan penerbangan, pesawat dengan jenis Twain Otter DHAC 300 yang beroperasi hanya terisi 40 hingga 50 persen dari kapasitas angkut 15 penumpang.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten, Sustono, mengklaim telah melakukan berbagai upaya agar satu-satunya penerbangan yang ada di pulau Madura itu bisa ramai. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan lembaga atau organisasi profesi seperti Ikatan Dokter dan Ikatan Bidan agar memanfaatkan penerbangan perintis dalam melakukan kegiatan.

“Kita juga sudah membuat komitmen dengan para pemilik hotel agar memanfaatkan penerbangan perintis yang ada di bandara Trunojoyo,” kata kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, Sustono, Senin (3/4/2017).

Selain itu, ia juga mengaku telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat baik melalui media massa maupun pemasangan reklame. Hanya saja, untuk mengubah mindset masyarakat agar menggunakan pesawat saat bepergian ke Surabaya memang tidak mudah. Menurutnya, hal itu membutuhkan keteladanan dari berbagai pihak.

“Siapa yang memberi teladan?, Ya kita semua,” terangnya.

Sebagaimana diberitakan, setelah sempat berhenti karena kontrak habis pada bulan Desember 2016 lalu, penerbangan perintis kembali hadir di bandara Trunojoyo Sumenep. Penerbangan yang menggunakan pesawat jenis Twain Otter DHAC 300 tersebut kembali mengangkasa pada tanggal 21 Februari 2017 dengan mengangkut 4 orang penumpang. (Ozi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.