oleh

Politisi Demokrat; Pemkab Sumenep Harus Bentuk Timsus Dalam Pengembangan Pariwisata

News Satu, Sumenep, Kamis 13 September 2018- Program Visit atau tahun kunjungan wisata Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim) pada tahun 2018 yang dicanangkan oleh Pemerintah setempat, nampaknya tidak berdampak pada masyarakat maupun perkembangan wisata.

Terbukti, dua lokasi wisata yang sempat menjadi wisata favorit di tahun 90-an, hingga saat ini masih tetap tidak ada perkembangan, yakni Pantai Wisata Lombang dan Slopeng. Padahal, Wisata Lombang merupakan penyumbang PAD terbesar, akan tetapi dibiarkan begitu saja dan pada saat ini mulai berkurang pengunjungnya.

“Apa dampak dari program Visit 2018, gak ada. Baik pada masyarakat Sumenep maupun terhadap perkembangan wisata Lombang dan Slopeng,” ujar H. Masdawi, Politisi dari DPC Partai Demokrat Sumenep, Kamis (13/9/2018).

Lanjut anggota DPRD Sumenep ini, seharusnya Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep lebih fokus pada pengembangan wisata, baik dari segi infrastruktur maupun penunjang lainnya. Namun buktinya di Pantai Lombang tidak ada pengembangan sama sekali, bahkan akses menuju wisata ke Pantai Lombang juga rusak.

Hal ini membuktikan, jika Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep tidak serius untuk mensukseskan program visit 2018, dan mengembangkan pariwisat di Kabupaten yang berada di ujung timur pulau garam Madura.
Padahal jika melihat potensi wisata di Sumenep, cukup luar biasa, Pantai Lombang yang dikenal dengan hamparan pasir putihnya dan ribuan pohon cemara, pada tahun 1990-an mampu menyedot perhatian para wisatawan Mancanegara maupun Wisatawan Nusantara. Sedangkan, pantai Slopeng yang dikenal dengan Gunung pasirnya juga menjadi wisata favorit di wkatu, akan tetapi karena Pemkab tidak serius dua destinasi wisata ini kurang diminati.

“Itu semua terjadi karena tidak ada tim khusus yang menangani Pariwisata, padahal sejak awal saya sudah mengusulkan hal itu, akan tetapi di dengarkan oleh Pemkab Sumenep,” tandas Anggota Komisi II DPRD Sumenep ini.

Menurut Masdawi, Tim Khusus ini akan mengurusi berbagai persoalan teknis kepariwisataan, dari semua sektor. Pengembangan infrastruktur, fasilitas dan inovasi kegiatan lainnya.
“Pengembangan Pariwisata Sumenep akan berjalan dengan cepat, dan anggaran yang dikeluarkan tepat sasaran, jika ada Tim Khusus (Timsus) Pariwisata,” tukasnya.

Selain itu, Tim Khusus ini juga akan mengurusi informasi wisata. Oleh karenanya harus di isi oleh Orang-orang tepat dan mampu berpikir untuk mengembangkan wisata secara inovatif dan mampu menarik pengunjung datang ke obyek wisata di Sumenep.

“Jika ada Timsus, Pemkab tidak perlu bingung untuk membangun pariwisata Sumenep,” ungkapnya.

Namun, jika Pemerintah tidak ingin membentuk Timsus, sebaiknya menggandeng pihak ketiga atau pihak swasta dalam pengembangan pariwisata di Sumenep. Sehingga, dalam pengembangannnya diserahkan pada Swasta, akan tetapi meski di serahkan kepada swasta, tidak bolah meninggalkan kearifan lokal.

“Serahkan ke Swasta saja, lalu mereka diwajibkan menyetorkan PAD pada Pemerintah Daerah. Tapi, meski diserahkan ke swatas tidak boleh meninggalkan kearifan lokal, dan ini Pemerintah harus benar-benar melakukan pengawasan,” pungkasnya. (Hodri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.