oleh

Program Kelistrikan Di Wisata Kesehatan Pulau Gili Iyang Terancam Gagal

News Satu, Sumenep, Rabu 19 April 2017- Program kelistrikan di tempat wisata kesehatan yang terletak di Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Madura, Jawa Timur, terancam gagal. Sebab saran dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) agar tidak ada PLTD atau tenaga pembangkit listrik di wilayah Pulau Gili Iyang yang memiliki kadar oksigen 21 persen tersebut.

“Dari segi sarana prasaran memang sudah kami siapkan, bahkan program kelistrikan juga sudah siap dilakukan pada tahun ini. Namun saran dari Lapan agar tidak ada pembangkit tenaga listrik di Pulau Gili Iyang, karena takut mengurangi kadar oksigen di wilayah wisata kesehatan ini, jadi kami masih mencari solusinya agar Listrik masih tetap ada di sana,” kata Bupati Sumenep, A Busyro Karim, Rabu (19/4/2017).

Lanjut Bupati Sumenep dua (2) periode ini, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian ESDM untuk program kelistrikan, bahkan ada tiga (3) wilayah kepulauan yang masuk dalam anggaran APBN, yakni Gili Iyang, Sepudi, Gili Genting. Namun untuk Gili Iyang masih perlu pembicaraan lagi, sedangkan dua pulau lainnya sudah bisa dilakukan pada tahun ini.

“Dua kepulauan tidak ada persoalan dan bisa dilakukan pada tahun ini. Sedangkan untuk kepulauan Raas baru bisa dilakukan pada tahun 2018, dan pada saat ini untuk pembangunan tiang listriknya masih menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR),” ujar Ketua DPC PKB Sumenep ini.

Ia menambahkan, selain mensukseskan program kelistrikan di wilayah Kepulauan, pihaknya juga fokus pada pogram Visit Sumenep Years 2018, sehingga sejumlah destinasi wisata juga dilakukan pengembangan. Bahkan pada tahun ini Pemkab Sumenep, melakukan koordinasi dengan Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS), baik dari segi pembangunan dermaga hingga infrastruktur di Pulau Gili Iyang.

“Semuanya sudah di koordinasikan dengan BPWS, dan pada tahun ini sudah ada anggaran untuk pengembangan Wisata Kesehatan Pulau Gili Iyang,” ungkap mantan Ketua DPRD Sumenep dua (2) periode ini.

Oleh karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan dari semua elemen masyarakat dalam mensukseskan pembangunan di wilayah ujung timur pulau garam Madura ini. Sehingga selain semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar, sebab tanpa adanya dukungan dari semua pihak, tidak mungkina Sumenep akan terjadi perubahan, baik dari segi pariwista, infrastruktur dan perekonomian.

“Mari kita bersama-sama untuk memajukan Sumenep, sehingga hasilnya bisa dinikmati anak cucu kita kedepannya. Saat ini kami terus berupaya agar pembangunan di Sumenep terus mengalami perubahan dengan tidak melupakan budaya dan kultur masyarakat di Bumi Sumekar ini,” harapnya. (Roni)

Komentar