News Satu, Sumenep, Kamis 6 April 2017- Penyakit tuberculosis (TBC) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosa yang menyerang bagian tubuh tertentu. Paling sering menyerang paru-paru sehingga lebih lanjut disebut dengan “penyakit TBC paru” atau secara singkat “TB Paru“. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Sumenep, Madura, Jawa Timur ada seribu (1000) lebih warga yang terserang penyakit tersebut.

“TBC itu merupakan salah satu jenis penyakit menular. Untuk di Sumenep sendiri, prevalensinya masih lumayan tinggi, di atas seribu,” kata dr. A Fathoni, Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, Kamis (6/4/2017).

Mantan Kepala UPT Puskesmas Ambunten ini mengatakan, saat ini pihaknya telah menyediakan penanganan gratis dan menyediakan obatnya di setiap pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Hal itu dilakukan untuk menekan tingginya penderita Tuberculosis (TBC) di Sumenep.

“Untuk penanganan penyakit TBC ini, biasanya dibutuhkan waktu 6 bulan atau lebih,” ungkapnya.

Orang dapat terkena penyakit TBC, sambung dr. A Fathoni, jika orang tersebut menghirup tetesan kecil (droplet) di udara yang dihembuskan oleh seseorang yang memiliki penyakit TBC ketika mereka batuk, bersin, tertawa, atau berteriak.

Maka disinilah Kuman TBC dapat mengapung di udara selama beberapa jam, sehingga bisa terhirup, bahkan ketika orang yang sakit sudah tidak ada lagi di ruangan itu. Walaupun kuman sudah masuk, tidak serta merta akan terkena penyakit TBC, karena dalam tubuh manusia terdapat sistem kekebalan tubuh, apabila berhasil menagkalnya maka tidak akan terserang TBC.

“Namun sebaliknya, Jika gagal, maka TBC akan menjangkiti dan timbullah gejala penyakit TBC,” terangnya.

Bagi orang-orang yang sudah terkena pun tidak semuanya menunjukkan gejala TBC paru yang khas, karena bisa saja kuman sedang tidak giat alias tertidur. Kondisi ini disebut “TB Paru laten” yang tidak dapat menular ke orang lain, namun kuman masih tetap bersarang.

Apa Saja Gejala TBC Paru?, gejala adalah mereka yang memiliki penyakit TBC paru aktif. Tapi ingat, ada kondisi penyakit lain yang gejalanya mirip dengan TBC, seperti pneumonia dan kanker paru-paru. Gejala TBC paru dimulai secara bertahap selama periode mingguan atau bulanan.

“Pada awalnya Anda mungkin mengalami satu atau dua gejala ringan yang bahkan membuat tidak sadar bahwa Anda tengah memiliki penyakit TBC,” ujarnya.

Namun ada tujuh (7) gejala khas penyakit TBC paru, yakni batuk yang berlangsung lama, rata-rata di atas 3 minggu. Batuk berdahak tebal, keruh, dan kadang-kadang berdarah. Demam ringan terkadang menggigil, keringat malam, Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.

“Sesak napas dan nyeri dada. Kelelahan dan kelemahan. Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. selain melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara medis, dokter juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang apakah Anda benar-benar terkena penyakit TBC,” urainya.

Sedangkan gejala TBC pau Tes tuberkulin untuk penyakit TBC, diperlukan adanya beberapa pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis TB paru, seperti Pemeriksaan Dahak. Biasanya Dahak diambil setidaknya tiga kali, saat pertama kali berkunjung (sewaktu), dahak pagi hari, dan dahak pada saat kunjungan berikutnya.

“Dikenal dengan istilah S-P-S (sewaktu-pagi-sewaktu). Dahak akan diperiksa dibawah mikroskop untuk melihat ada tidaknya bakteri Mycobacterium tuberculosa atau Baksil Tahan Asam (BTA),” imbuhnya.

Kemudian dilanjutkan dengan Pemeriksaan Rongsen atau Foto x-ray dada dilakukan untuk melihat kondisi paru-paru, di sini juga dapat dibedakan apakah TBC sedang aktif atau tidak. Pemeriksaan Kulit yang dikenal dengan tes tuberkulin, biasanya dilakukan dengan cara menyuntikkan zat ke dalam kulit, kemudian dilihat hasilnya oleh dokter setelah 3 hari.

“Ketika hasilnya sudah pasti bahwa terjangkit TBC paru, maka pengobatan akan dimulai yang umumnya menggunakan obat paket selama 6 bulan tanpa boleh putus,” pungkasnya.

Menurut Fatoni, penyakit TBC yang diderita masyarakat Sumenep bermacam-macam. Di antaranya TBC Kelenjar, TBC Paru, TBC Tulang, dan TBC Otak. Penyakit ini menular, salah satunya, melalui udara.

“Ada beberapa macam penyakit TBC, jadi jika mengalami gejala tersebut segera memeriksakan ke dokter untuk di diagnosa,” imbuhnya. (RH)

Komentar