oleh

Siapa Sebenarnya Farid Gaki Yang Dipolisikan Oleh Forsi PAC GP Ansor Sumenep?

News Satu, Sumenep, Rabu 12 April 2017- Siapa sebenarnya Farid Gaki yang saat ini dilaporkan ke Polisi oleh Forum Silaturahmi (Forsi) PAC GP Ansor Sumenep, Madura, Jawa Timur, karena berkomentar di media sosial (Medsos) Facebook, pada tanggal 9 April 2017 yang dinilai melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap amaliyah NU dan GP Ansor Sumenep.

Farid Gaki memiliki nama asli Achmad Farid Azziyadi yang merupakan aktivis Gugus Anti Korupsi Indonesia (GAKI), Farid merupakan orang baru di Sumenep dan memiliki gerakan yang cukup fantastis. Bahkan nama Farid mulai dikenal masyarakat semenjak mengawal kasus relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di areal taman adipura.

Siapa Sebenarnya Farid Gaki Yang Dipolisikan Forsi PAC GP Ansor Sumenep2Dengan ratusan PKL, Farid yang pada saat itu ditunjuk menjadi Kordinator Aksi mendatangi kantor Pemkab Sumenep agar tidak direlokasi. Namun kebijakan pemerintah tetap merelokasi para PKL, karena dinilai melanggar peraturan daerah (Perda) tata ruang. Akhirnya Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep membangun kios baru bagi para PKL di terminal Bangkal.

“Syukurlah para PKL, saat ini sudah mendapatkan kios baru dan semoga mereka semakin sukses,” kata Achmad Farid Azziyadi Ketua Aktivis GAKI Sumenep, Rabu (12/4/2017).

Meskipun tidak bisa mengembalikan PKL ke areal taman adipura, gerakan Farid ini dinilai sudah berhasil dengan dibangunnya kios baru di Terminal Bangkal, Kecamatan Kota. Kemudian pada tanggal 21 Maret 2017, nama Farid kembali muncul di publik ketika dipercaya oleh sejumlah kalangan ulama dan Habaib untuk mengawal kasus penyebaran atribut non muslim kepada siswa Sekolah Dasar (SD) dan SMP di Sumenep yang totalitas Islam.

Dengan mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari para ulama, Farid melapor ke Polres Sumenep, terkait kasus penyebaran atribut non muslim oleh DHC 45 Sumenep, bersama yayasan Sejahtera Bangsa Mulia (YSBM) terhadap sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan SMP yang totalitas Islam dengan dikemas kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan.

Bahkan Farid juga menggelar aksi demo ke Pemkab Sumenep agar segera mengevaluasi Kepala Dinas Pendidikan, yang telah mengeluarkan surat rekomendasi terhadap DHC 45, tanpa ada pengawasan. Kemudian aksi tersebut dilanjutkan ke Polres Sumenep untuk mendesak adanya supremasi hukum.

“Setelah saya dipercaya dan mendapatkan dukungan dari Habaib untuk mengawal kasus tersebut, maka saya langsung melaporkan ke Polres Sumenep,” ucapnya.

Pengawalan kasus tersebut terus dikawal oleh Achmad Farid Azziyadi bersama para ulama dan Habaib, bahkan mendatangkan Ketua Aliansi Advokat Muslim NKRI (AAM-NKRI), A. Al Katiri untuk menjadi kuasa hukumnya.

“Hingga saat ini, kasus tersebut tetap kami kawal dan menunggu hasil penyidikan Polres Sumenep,” ujar Pendiri KomSiapa Sebenarnya Farid Gaki Yang Dipolisikan Forsi PAC GP Ansor Sumenep3isariat PMII Sumber Bungur, Pakong, Pamekasan.

Namun demikian seiring dengan perjalanan waktu, Farid yang namanya semakin terkenal di Publik. Akan tetapi Farid yang terkenal aktif di media sosial (Medsos) tersebut malah mendapatkan reaksi dari kader GP Ansor dan NU, yang menilai komentar di Facebook telah menghina dan mencemarkan nama baik amaliyah NU dan GP Ansor Sumenep.

Sehingga, Farid Gaki dilaporkan ke Polisi karena ada tiga komentar yang diunggahnya dinilai telah menyakiti hati warga NU dan Ansor Sumenep, yaitu komentar pedasnya terkait pelaksanaan Istighasah  Kubro yang diselenggarakan oleh PW NU Jatim di stadion Delta Sidoarjo dengan sebutan Konser Tahlil, organisasi Ansor yang dipelintir menjadi Ancoor, serta Ormas KW2.

“Mungkin itu sebuah cobaan bagi saya yang telah dilaporkan ke Polisi, karena dinilai telah mencemarkan dan menghina nama baik amaliyah NU dan GP Ansor Sumenep. Akan tetapi saya berharap ada hikmah dibalik musibah ini,” ucap mantan Ketua Komisariat PMII Sumber Bungur Pakong Pamekasan pada tahun 2014

Farid menambahkan, meskipun dirinya mendapatkan cobaan dengan dilaporkan ke Polisi oleh Forum Silaturahmi (Forsi) PAC GP Ansor Se- Kabupaten Sumenep, pihaknya akan tetap mengawal sampai tuntas kasus penyebaran atribut non muslim terhadap siswa SD dan SMP yang totalitasnya beragama Islam.

“Saya akan tetap kooperatif dan mengikuti prosedur Hukum yang berlaku terkait dengan kasus yang dilaporkan oleh teman-teman Forsi PAC GP Ansor Sumenep. Namun demikian saya juga akan tetap fokus mengawal kasus penyebaran atribut dan ajaran kristen terhadap para Siswa SD dan SMP,” tandas Farid mantan Bendahara Umum Cabang PMII Pamekasan tahun 2015.

Seperti diberitakan, Puluhan kader Ansor yang tergabung dalam Forum Silaturrahim (Forsi) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Se- Kabupaten Sumenep, melaporkan pemilik akun Facebook atas nama Gaki Farid ke Polres setempat, Selasa (11/4/2017).

Pemilik akun Facebook tersebut dilaporkan ke aparat kepolisian karena komentarnya pada tanggal 9 April 2017 lalu yang dinilai melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap amaliyah NU dan GP Ansor Sumenep, yakni pelaksanaan Istighasah  Kubro yang diselenggarakan oleh PW NU Jatim di stadion Delta Sidoarjo dengan sebutan Konser Tahlil, organisasi Ansor yang dipelintir menjadi Ancoor, serta Ormas KW2.

“Istighasah Kubro dua hari lalu disebut konser tahlil, organisasi kami juga dipelintir menjadi Ancor. Ini jelas melanggar UU ITE,” kata Santoso, Jubir Forsi PAC GP Ansor Sumenep.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Moh Nor Amin mengatakan, pihaknya masih akan melakukan pengkajian dan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Sementara pasal yang disangkakan yakni pasal 27 ayat 3 UU nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

“UU ITE itu kan harus ada ahli, termasuk ahli bahasa apakah kata-kata yang diunggah itu masuk dalam kategori penghinaan atau bukan,” jelas Nur Amin. (Roni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.