oleh

Siswa SMA Negeri Di Lenteng Sumenep Ini Ikuti UNBK dengan Dikawal Polisi

News Satu, Sumenep, Senin 10 April 2017- Seorang siswa kelas akhir di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, jalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dengan pengawasan ketat aparat kepolisian, Senin (10/4/2017). Pasalnya, siswa kelas akhir di SMAN 1 Lenteng berinisial AF itu saat saat ini berstatus sebagai warga binaan Rutan Kelas II B Sumenep.

Berdasarkan pantauan di lokasi, siswa tersebut dikawal oleh 6 petugas aparat keamanan. Dengan rincian tiga orang dari unsur kepolisian dan tiga orang petugas dari Rutan setempat. Ia diantar petugas menggunakan dua mobil hitam dengan jenis Nissan.

Kepala SMAN 1 Lenteng melalui sekretaris panitia pelaksana UNBK, Imam Syafi’i, mengatakan, rombongan tersebut sudah sampai ke sekolah sekitar jam 06.30 Wib. Namun, meski dikawal ketat oleh petugas keamanan, pihaknya menyebutkan tidak ada kendala bagi AF saat mengerjakan soal UNBK.

“Alhamdulillah, semua berjalan lancar,” kata Kepala SMAN 1 Lenteng melalui sekretaris panitia pelaksana UNBK, Imam Syafi’i, Senin (10/4/2017).

Ia menerangkan, meski berstatus sebagai tahanan karena terjerat kasus narkoba, hak siswa untuk mengikuti ujian nasional tetap harus diupayakan. Maka dari itu, pihak sekolah mengirimkan surat kepada kepala Rutan agar AF bisa mengikuti UNBK yang dilaksanakan di sekolah.

“Hak siswa untuk mengikuti ujian harus tetap kita upayakan,” terangnya.

Sementara, Kepala Rutan Kelas II B Sumenep, Ketut Akbar Herry Achjar, membenarkan adanya salah satu satu tahanan siswa uang mengikuti UNBK di sekolah asal. Sebab, pelaksanaan UNBK berbeda dengan UN manual yang berbasis pensil dan kertas karena harus karena menggunakan alat-alat komputer. Sehingga tidak bisa dilakukan di dalam rutan.

“Karena UNBK harus ke lembaga asal, karena menggunakan perangkat elektronik. Tadi sekitar pukul 06.00 Wib berangkat dari sini (Rutan, red) menggunakan mobil dinas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, AF ditangkap karena kasus narkoba oleh Polres Sumenep. Bahkan kasus tersebut sudah diputuskan di Pengadilan Negeri dengan hukuman 11 bulan penjara.

“Hak-hak sebagai siswa tetap kita perhatikan, makanya kami izinkan untuk mengikuti UNBK tapi tetap dalam pengawasan kami,” imbuhnya. (Ozi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.