News Satu, Sumenep, Minggu 26 Maret 2017- Belum rampungnya Surat Pertanggungjawaban (SPJ) tahap dua pada tahun 2016 oleh beberapa Desa di Sumenep, Madura, Jawa Timur, pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2017 tidak bisa dicairkan.

“Kondisi ini tidak hanya terjadi di Sumenep, melainkan juga terjadi di daerah luar, ini sudah nasional,”  kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Sumenep, Ach Masuni, Minggu (26/3/2016).

Seharusnya program yang dibiayai melalui ADD-DD pada bulan ini sudah mulai direalisasikan. Akan tetapi, karena surat pertangungjawaban (SPj) ADD-DD tahap kedua pada 2016 masih belum rampung, maka ADD-DD tahap pertama 2017 belum bisa direalisasikan.

“Seharusnya bulan ini sudah bisa direalisasikan program ADD dan DD tahap pertama tahun 2017, namun karena belum rampung SPJ tahap dua tahun 2016, ya tidak bisa dilakukan,” ungkapnya.

Pada tahun 2017 besaran DD dan ADD tahun ini di Sumenep mencapai Rp 300 miliar lebih, dengan rinciannya untuk anggaran ADD mencapai Rp123.956.142.398 dan anggaran DD Rp271.773.005.000.

Anggaran tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. 2016  bantuan ADD maupun DD mencapai Rp336.904.292.398, dengan rincian untuk anggaran ADD mencapai Rp123.956.150.000. Sedangkan DD mencapai Rp 212.948.50.000. 2016 anggaran DD maupun ADD terus mengalami kenaikan. Sedangkan, pada tahun 2015 untuk dana ADD hanya sebesar Rp115.364.560.000, dan DD sebesar Rp 94.880.517.014 dengan jumlah total sebesar Rp210.245.007.377.

“Ya kalau SPJ tahap dua tahun 2016 sudah rampung, maka bisa langsung direalisasikan program ADD dan DD tahap pertama tahun 2017,” pungkasnya. (Ozi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.