oleh

Wabup Fauzi; Optimalkan PKPO Untuk Mempercepat Pembangunan Di Kepulauan

News Satu, Sumenep, Jumat 19 Mei 2017- Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim), akan optimalkan Pengelola dana Program Kemasyarakatan Pendukung Operasi (PKPO). Hal itu dilakukan untuk mempercepat pembangunan di kepulauan yang selama ini terus mendapatkan kritikan dari masyarakat, karena dinilai lamban dalam pembangunan di Kepulauan, baik infrastruktur maupun dalam bidan perekonomian.

“Efektifitas pengelolaan dana Program Kemasyarakatan Pendukung Operasi (PKPO) hendaknya dapat dipergunakan untuk mendukung percepatan dan akselerasi pembangunan wilayah kepulauan, agar perkembangan pembangunan yang lambat di wilayah kepulauan segera teratasi,” kata Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Jumat (19/5/2017).

Lanjut Politisi PDI Perjuangan Sumenep ini, selama ini banyak masyarakat yang mengkritisi lambannya pertumbuhan di wilayah kepulauan, baik dari keterbatasan infrastruktur, aksebilitas hubungan dengan daerah luar yang terbatas dan masalah jumlah penduduk miskin yang masih tinggi.

“Untuk itu, marilah perencanaan kegiatan PKPO ini bersifat integratif dalam akselerasi pembangunan wilayah kepulauan dan pengentasan kemiskinan,” ujar orang nomor dua di Sumenep ini.

Ia mengatakan, perencanaan kegiatan PKPO tahun 2017 harus senantiasa berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah Kabupaten Sumenep, sehingga efektif dan tidak tumpang tindih dengan kegiatan lainnya.

“Jadi manajemen Santos harus senantiasa transparan dalam perhitungan alokasi anggaran PKPO tahun 2017 ini, karena inilah kontribusi signifikan bagi masyarakat Sumenep,” ucapnya.

Oleh karena itu sambung Wakil Bupati Sumenep, pihaknya menekankan agar dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan PKPO PT Santos dapat dinikmati oleh masyarakat Kecamatan Giligenting dan bisa bersinergi dengan prioritas pembangunan Kabupaten Sumenep, seperti, pengembangan Pantai Sembilan dan pantai-pantai lain di Kecamatan Giligenting.

“Mohon nantinya direncanakan pengadaan musholla yang representatif, pengadaan air bersih, warung pantai yang rapi dan bersih serta menjual makanan dan minuman produk lokal, pembangunan posko kesehatan dan SAR, serta infrastruktur lainnya,” imbuhnya. (Roni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.