Sumenep, Jumat 26 Juni 2026 | News Satu- Tingginya biaya pendidikan masih menjadi tantangan bagi banyak mahasiswa di Kabupaten Sumenep. Menjawab persoalan tersebut, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, kembali menyalurkan program beasiswa kepada 40 mahasiswa dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Sumenep setelah melalui proses seleksi yang ketat.
Beasiswa tersebut diserahkan secara simbolis di kediaman Nia Kurnia Fauzi di Desa Torbang, Kecamatan Batuan. Para penerima berasal dari Kecamatan Kota Sumenep, Kalianget, Talango, dan Batuan.
Program bantuan pendidikan ini telah berjalan secara berkelanjutan sejak 2022 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Sumenep.
Antusiasme mahasiswa terhadap program tersebut terus meningkat. Tahun ini, sekitar 100 mahasiswa mengajukan permohonan beasiswa. Namun, setelah melalui tahapan seleksi administrasi dan verifikasi, hanya 40 mahasiswa yang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan.
“Tahun ini ada 40 mahasiswa yang menerima beasiswa dari sekitar 100 pendaftar. Sebagian tidak lolos karena sudah pernah menerima bantuan serupa, ada yang merupakan anak ASN, dan ada juga yang telah lulus saat proses realisasi bantuan,” ujar Nia Kurnia Fauzi, Jumat (26/6/2026).
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep itu menjelaskan, program beasiswa bersumber dari APBD Kabupaten Sumenep melalui alokasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, yang merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat.
Menurutnya, banyak warga yang menyampaikan keluhan terkait tingginya biaya kuliah saat kegiatan reses maupun pertemuan di daerah pemilihannya.
“Program ini lahir dari aspirasi masyarakat. Banyak orang tua yang mengeluhkan biaya pendidikan. Karena itu saya mengalokasikan program beasiswa agar mahasiswa yang membutuhkan tetap bisa melanjutkan kuliah,” katanya.
Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu meringankan beban biaya pendidikan, tetapi juga menjadi penyemangat bagi mahasiswa untuk meningkatkan prestasi akademik.
“Semoga bantuan ini bermanfaat. Belajarlah dengan sungguh-sungguh agar kelak menjadi generasi yang mampu membawa kemajuan bagi Kabupaten Sumenep,” tuturnya.
Salah seorang penerima beasiswa, Insani Nur Kamilia, mengaku bersyukur dapat menjadi salah satu penerima bantuan. Menurutnya, program tersebut sangat membantu mahasiswa di tengah meningkatnya kebutuhan biaya pendidikan.
“Terima kasih kepada Ibu Nia atas bantuan ini. Semoga program beasiswa terus berlanjut agar semakin banyak mahasiswa yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Ready, mengingatkan seluruh penerima agar memanfaatkan dana beasiswa secara tepat sasaran.
Ia menegaskan bantuan tersebut harus digunakan untuk menunjang kebutuhan kuliah dan proses belajar, bukan untuk kegiatan yang merugikan.
“Gunakan bantuan ini untuk menunjang kebutuhan kuliah dan proses belajar. Jangan digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat, apalagi sampai terjerumus pada aktivitas seperti judi online,” tegas Rahman. (Rose)






