Sumenep, Senin 28 September 2026 | News Satu- Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai menggerakkan strategi pembinaan sepak bola usia dini dengan menggelar Turnamen Sepakbola Antar Sekolah Dasar (SD) yang akan berlangsung mulai 1 Oktober 2026.
Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi pelajar, tetapi juga diproyeksikan sebagai wadah pencarian bibit-bibit pesepak bola potensial yang akan menjadi masa depan sepak bola Sumenep.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, turnamen tersebut merupakan bagian dari program jangka panjang pemerintah daerah untuk membangun ekosistem pembinaan sepak bola yang berkelanjutan dari level usia dini hingga usia kompetitif.
Menurutnya, pembinaan olahraga tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai memperkuat fondasi pembinaan dengan memberikan ruang kompetisi bagi pemain muda sejak bangku sekolah dasar.
“Turnamen antar SD ini diperuntukkan bagi siswa usia di bawah 13 tahun. Setelah itu kami juga memiliki agenda kompetisi untuk kelompok usia berikutnya. Artinya, kami benar-benar fokus membangun pembinaan sepak bola di semua jenjang usia,” kata Bupati Fauzi, Senin (28/9/2026).
Bupati Fauzi mengungkapkan, Oktober 2026 akan menjadi momentum besar kebangkitan sepak bola di Kabupaten Sumenep. Selain turnamen antar SD, pemerintah daerah juga menyiapkan kompetisi kelompok usia U-17 sebagai bagian dari proses pembinaan berjenjang.
“Seluruh elemen sepak bola daerah mulai dari guru olahraga, pengurus klub, KONI, Askab PSSI hingga pemerhati sepak bola akan dilibatkan dalam proses pemantauan dan evaluasi pemain,” tandasnya.
Menurut Bupati Fauzi, turnamen ini bukan sekadar mencari juara, tetapi menjadi sarana mengidentifikasi talenta-talenta terbaik putra daerah yang berpotensi dikembangkan ke level yang lebih tinggi.
“Semua insan sepak bola akan melihat langsung performa pemain-pemain muda kita. Ini menjadi bahan evaluasi bersama agar pembinaan sepak bola Sumenep semakin terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Sepakbola Antar SD, Dedy Apri Wibowo, memastikan seluruh persiapan telah rampung dan kompetisi siap digelar.
Sebanyak 23 tim sekolah dasar dipastikan ambil bagian dalam turnamen yang akan berlangsung selama tiga hari.
Format pertandingan akan dimulai dari fase penyisihan grup, dilanjutkan semifinal hingga partai final untuk menentukan tim terbaik.
“Alhamdulillah seluruh persiapan sudah 100 persen siap. Kondisi lapangan siap digunakan dan seluruh peserta siap bertanding. Kami dari Forum Komunikasi Guru PJOK SD siap menyukseskan turnamen ini,” kata Dedy.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Mohammad Iksan menilai turnamen ini memiliki nilai strategis karena menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan olahraga sepak bola daerah.
Menurutnya, kekuatan sebuah klub atau tim sepak bola profesional sangat bergantung pada kualitas pembinaan pemain muda yang dilakukan sejak dini.
Karena itu, turnamen antar SD dinilai menjadi langkah penting untuk mencetak generasi baru pesepak bola yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
“Sepak bola yang kuat lahir dari pembinaan usia dini yang baik. Turnamen ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan masa depan sepak bola Sumenep,” pungkasnya.
Dengan keterlibatan 23 tim sekolah dasar dan dukungan penuh pemerintah daerah, turnamen ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya talenta-talenta muda berbakat yang kelak membawa nama Sumenep di level yang lebih tinggi.
Pelaksanaan turnamen juga menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga serius membangun sumber daya manusia melalui pembinaan olahraga sejak usia sekolah. (Robet)






