Data Penerima BST Tidak Valid, Dinsos Sumenep Usulkan Penghapusan Data

News Satu, Sumenep, Rabu 10 Juni 2020- Bantuan sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19 harus benar-benar tepat sasaran, oleh karena, Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah melakukan pengusulan penghapusan data tidak valid penerima Bantuan Sosial Tunai (BST).

“Saya telah melakukan pengusulan penghapusan sekitar 4.300 sekian, cuma disetujui 3.661. Itu usulan yang diterima dan belum ter-SK, artinya bulan depan tahun ini akan dicairkan tahap dua,” kata Moh. Iksan, Kepala Dinsos Sumenep, Rabu (10/6/2020).

Menurutnya, bantuan tersebut harus benar-benar tepat sasaran, yakni orang yang dinilai berhak mendapatkan, bukan sebaliknya.

“Misalkan, seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Republik Indonesia (TNI), dan kesalahan NIK, balita mendapatkan bantuan kemarin, itu yang kami ubah. Kita bukan menghapus, tapi mengusulkan untuk diubah bagi yang tidak tepat sasaran,” terangnya.

Baca Juga :  Berkat Petugas Kebersihan, Pemkab Sumenep Raih Penghargaan Adipura Ke 9

Data dilapangan hari ini, dengan data yang diterima oleh Kemensos dulu, menurutnya bisa saja tidak sama. Meskipun data yang diusulkan tersebut semuanya sudah terverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

“Untuk yang akan datang, yang dari Anggaran Pendatan Belanja Daerah (APBD) itu semuanya juga final. Yang kemarin itu utamanya yang data dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos kita langsung masukkan, karena dalam surat edaran itu memprioritaskan data DTKS,” tandasnya.

Komentar