402

Diskominfo Sumenep Siapkan Program Keamanan Digital untuk Pelajar

News Satu
Diskominfo Sumenep Siapkan Program Keamanan Digital untuk Pelajar
Diskominfo Sumenep Siapkan Program Keamanan Digital untuk Pelajar

Sumenep, Kamis 1 Oktober 2026 | News Satu- Ancaman hoaks, cyberbullying, penipuan online, hingga kejahatan siber yang semakin marak di kalangan pelajar mendorong Pemerintah Kabupaten Sumenep memperkuat keamanan digital di lingkungan pendidikan.

Melalui program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep menyiapkan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan literasi digital sekaligus membangun budaya penggunaan teknologi yang aman, sehat, dan bertanggung jawab di sekolah.

Kepala Diskominfo Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, mengatakan perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat bagi dunia pendidikan. Namun di sisi lain, muncul berbagai risiko yang harus diantisipasi sejak dini agar tidak berdampak negatif terhadap peserta didik maupun warga sekolah.

Karena itu, Diskominfo akan terlibat aktif dalam memberikan pendampingan kepada sekolah melalui program edukasi keamanan digital, literasi digital, hingga pembinaan etika berkomunikasi di ruang siber.

“Diskominfo akan memberikan pendampingan terkait keamanan digital di sekolah melalui edukasi dan literasi digital. Ini penting agar warga sekolah memiliki pemahaman dalam menggunakan teknologi dan media sosial secara aman, bijak, dan bertanggung jawab,” kata Indra Wahyudi, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, materi literasi digital yang akan diberikan tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga mencakup berbagai ancaman yang kerap mengintai pengguna internet, khususnya kalangan pelajar.

Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain penyebaran hoaks, cyberbullying, konten negatif, penipuan online, penyalahgunaan media sosial, hingga berbagai bentuk kejahatan siber yang saat ini semakin kompleks.

Diskominfo menilai penguatan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak di tengah tingginya intensitas penggunaan internet dan media sosial oleh generasi muda.

Selain pemahaman teknis, aspek etika digital juga menjadi fokus utama dalam program pendampingan tersebut. Pelajar dan warga sekolah diharapkan mampu memahami batasan serta tanggung jawab saat berkomunikasi di ruang digital.

“Jangan sampai kemudahan berkomunikasi melalui media sosial justru menimbulkan persoalan. Kesadaran dan etika digital harus terus dibangun sejak di lingkungan sekolah,” ujar Indra.

Tidak hanya fokus pada edukasi, Diskominfo juga akan mendukung aspek komunikasi publik dalam pelaksanaan BSAN. Pemerintah daerah berencana memanfaatkan website resmi dan media sosial Pemerintah Kabupaten Sumenep sebagai sarana kampanye untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sekolah yang aman dan nyaman.

Melalui publikasi tersebut, berbagai praktik baik yang dilakukan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aman akan disebarluaskan agar dapat menjadi contoh bagi satuan pendidikan lainnya.

Dalam pembahasan bersama Kelompok Kerja (Pokja) BSAN Kabupaten Sumenep, kebutuhan sarana pendukung keamanan sekolah juga menjadi perhatian. Salah satunya adalah pemanfaatan Closed Circuit Television (CCTV) sebagai alat pengawasan dan pendukung keamanan lingkungan sekolah.

“Namun demikian, penerapan sistem CCTV dinilai harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur jaringan dan dukungan teknologi yang memadai agar dapat berfungsi secara optimal,” tandasnya.

Secara nasional, program BSAN merupakan kebijakan yang mencakup perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital di lingkungan pendidikan.

Melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026, penguatan literasi digital menjadi salah satu instrumen penting untuk menangkal informasi bohong, konten negatif, ancaman kekerasan, hingga kejahatan siber yang berpotensi mengganggu proses pendidikan.

Indra berharap keterlibatan Diskominfo dalam program BSAN mampu memperkuat kesiapan sekolah menghadapi era digital sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, adaptif, dan berdaya saing.

“Sekolah tidak hanya harus aman secara fisik, tetapi juga aman di ruang digital. Edukasi, literasi, dan etika digital harus menjadi bagian penting dalam menciptakan sekolah yang benar-benar aman dan nyaman,” tegasnya. (Rose)