Indonesia Rumah Bersama, Said Abdullah Ajak Warga Jaga Fondasi Kebangsaan

Sumenep, Rabu 11 Februari 2026 | News Satu- Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap memicu polarisasi, Anggota DPR RI MH. Said Abdullah menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Ballroom Hotel De Baghraf, Sumenep, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka bagi ratusan warga, mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga hingga kalangan pemuda. Forum berlangsung dinamis dan dialogis. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi aktif menyampaikan pandangan tentang tantangan persatuan, ancaman disinformasi, hingga arah masa depan Indonesia.

Dua narasumber, M. Ridho Ilahi Robi dan Affandi Ubala, menegaskan kembali urgensi menjaga Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa.

Ridho mengajak peserta melihat Kabupaten Sumenep sebagai miniatur Indonesia yang majemuk, terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan dengan latar sosial budaya beragam.

“Perbedaan bukan ancaman. Justru di situlah potensi besar jika kita mampu mengelolanya dengan visi yang jelas,” tegas Ridho.

Ia menggambarkan Indonesia sebagai rumah besar yang berdiri di atas fondasi kokoh dan tiang-tiang penyangga. Jika satu bagian melemah, seluruh penghuni akan merasakan dampaknya. Karena itu, tanggung jawab menjaga persatuan bukan hanya milik pemerintah, tetapi seluruh elemen bangsa.

Sementara itu, Affandi Ubala menyoroti luas wilayah Indonesia yang hampir menyamai Benua Eropa, namun tetap berdiri sebagai satu negara kesatuan. Ia mengingatkan bahwa kemudahan akses informasi di era digital membawa dua sisi: peluang sekaligus ancaman.

“Di era digital, informasi bergerak sangat cepat. Jika tidak bijak menyaringnya, perpecahan bisa muncul dari narasi yang menyesatkan,” ujarnya.

Affandi menekankan pentingnya literasi digital dan peran generasi muda dalam menjaga keutuhan NKRI. Menurutnya, masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh sikap kritis, solidaritas, dan komitmen kebangsaan hari ini.

“Kita harus saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan. Persatuan adalah kunci,” tandasnya.

Kegiatan ini turut didampingi tenaga ahli Said Abdullah, Moh. Fauzi, M.Pd., dan Slamet Hidayat, S.H. Sesi tanya jawab berlangsung hangat dan terbuka, membahas isu-isu aktual mulai dari hoaks, polarisasi politik, hingga tantangan menjaga toleransi di ruang digital.

Melalui forum ini, penguatan Empat Pilar Kebangsaan diharapkan tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi menjadi sikap hidup dalam menghadapi dinamika zaman. (Robet)