Ketua Banggar DPR RI Salurkan Modal UMKM Saat Reses Di Sumenep

Sumenep, Sabtu 7 Februari 2026 | News Satu- Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Madura XI, MH Said Abdullah, memanfaatkan masa reses dengan turun langsung ke tengah masyarakat, Sabtu (7/2/2026). Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu menemui warga Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan bantuan nyata.

Dalam kunjungan tersebut, Said Abdullah menyalurkan bantuan modal usaha kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan usaha warga di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat. Said menegaskan, sektor UMKM menjadi tulang punggung ekonomi rakyat yang harus terus diperkuat agar mampu bertahan dan berkembang.

“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga usaha yang dijalankan dapat terus berkembang sesuai harapan,” ujar Said Abdullah di sela dialog bersama warga.

Ketua Banggar DPR RI itu mengakui bahwa daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih, sementara kebutuhan hidup terus meningkat. Kondisi tersebut membuat banyak keluarga masih berada dalam tekanan ekonomi. Meski demikian, Said mengajak masyarakat tetap menjaga optimisme menghadapi situasi tersebut.

“Saya merasakan betul kondisi ekonomi masyarakat hari ini. Tapi mudah-mudahan ke depan kondisi ekonomi kita akan segera pulih dan membaik,” katanya.

Selain fokus pada sektor ekonomi, Said Abdullah juga menyerahkan bantuan kepada pengurus musala di Desa Pangarangan. Menurutnya, pengurus tempat ibadah memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat, namun sering kali kurang mendapatkan perhatian.

“Pengurus musala ini sering bekerja dalam senyap. Jarang ada yang benar-benar mengurus atau memperhatikan mereka,” pungkasnya.

Sebagai penutup kegiatan reses, Said Abdullah turut membagikan bantuan sembako kepada warga yang hadir. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian langsung wakil rakyat di tengah kondisi ekonomi yang masih diliputi ketidakpastian. (Robet)