HEADLINEMIGASNEWSREGIONALSUMENEP

Ladang Migas, Kabupaten Sumenep Nomor 3 Termiskin Di Jatim

5054
×

Ladang Migas, Kabupaten Sumenep Nomor 3 Termiskin Di Jatim

Sebarkan artikel ini
Ladang Migas, Kabupaten Sumenep Nomor 3 Termiskin Di Jatim
Ladang Migas, Kabupaten Sumenep Nomor 3 Termiskin Di Jatim

News Satu, Sumenep, Selasa 10 Oktober 2023- Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, merupakan sebuah daerah ladang minyak dan gas (Migas). Dengan kekayaan alam yang luar biasa ini, seharusnya masyarakat di Kabupaten Sumenep makmur dan bebas dari belenggu kemiskinan.

Namun, kenyataannya masih banyak masyarakat di bumi Sumekar ini yang hidup dalam kemiskinan. Bahkan, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Sumenep menempati urutan ketiga Kabupaten termiskin di Jawa Timur. Jumlah warga miskin di Sumenep tercatat 206 ribu lebih atau 18,53 persen dari jumlah penduduk Sumenep.

“Ini sangat ironis sekali, kita yang kaya dengan minyak dan gas (Migas), malah angka kemiskinannya menduduki nomor 3 di Jawa Timur (Jatim),” kata Andi Kholis, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jatim, Bidang Eksternal, Selasa (10/10/2023).

Lanjut Aktivis PMII asal Kepulauan Raas Sumenep ini, kaya dengan ladang minyak dan gas (Migas), seharusnya bisa menekan angka kemiskinan dan Sumenep tidak harus menduduki posisi ketiga termiskin di Jatim.

Hal ini, menjadi pertanyaan bagi masyarakat Sumenep khususnya para aktivis. Siapa yang menikmati Dana Bagi Hasil (DBH) dan Corporate Social Responsibility (CSR) Migas???

“Lalu kemana Dana Bagi Hasil (DBH) dan Corporate Social Responsibility (CSR) Migas. Jika fakta di lapangan masyarakatnya masih tetap hidup dalam kemiskinan,” tandasnya.

Andi menambahkan, masyarakat Sumenep, khususnya yang terdampak langsung dari eksplorasi maupun eksploitasi Migas, bisa diibaratkan seperti “Anak ayam, mati di lumbung padi”. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Sumenep harus transparan dalam pengelolaan DBH dan CSR Migas.

“Jadi kami minta Pemkab Sumenep, harus transparan dalam pengelolaan DBH dan CSR Migas di Sumenep, sehingga benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Perlu diketahui, di Kabupaten Sumenep ada beberapa perusahaan Migas yang telah beroperasi, seperti PT Ophir Medco Energy Company, HCML, KEI dan EML. Namun dari beberapa perusahaan migas tersebut tiga diantaranya sudah melakukan eksploitasi, yakni, HCML, KEI dan PT Ophir Medco Energy Company. (Robet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.