Pelayaran Laut Sumenep Lumpuh Total, Baznas Turun Tangan Bantu Warga Kepulauan

Sumenep, Sabtu 17 Januari 2026 | News Satu- Cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, selama sepekan terakhir berdampak serius terhadap mobilitas warga kepulauan. Angin kencang disertai gelombang tinggi membuat aktivitas pelayaran laut menuju kepulauan lumpuh total, menyebabkan banyak warga gagal kembali ke kampung halaman.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Sumenep, Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana, khususnya dalam menghadapi dampak cuaca buruk di wilayah perairan.

Akibat terhentinya pelayaran, sejumlah warga kepulauan terpaksa menunggu di Terminal Pelabuhan Kalianget, sementara sebagian lainnya memilih bertahan di rumah-rumah singgah kepulauan yang tersedia di wilayah Kota Sumenep. Kondisi ini membuat warga mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, terutama makanan.

Puluhan warga asal Pulau Sapeken yang bertahan di Rumah Singgah Pulau Sapeken di Kecamatan Kota akhirnya melaporkan kondisi darurat yang mereka alami kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep. Mereka mengaku kehabisan logistik setelah berhari-hari tertahan akibat cuaca ekstrem.

Ketua Baznas Kabupaten Sumenep, Ahmad Rahman, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, warga kepulauan meminta bantuan makanan karena belum ada kepastian kapan pelayaran laut kembali dibuka.

“Mereka warga Kepulauan Sapeken melapor ke Baznas karena sudah sepekan berada di rumah singgah dan belum bisa pulang akibat cuaca buruk,” kata Ahmad Rahman, Sabtu (17/1/2026).

Merespons cepat laporan itu, Baznas Sumenep langsung menyalurkan bantuan logistik berupa makanan kepada warga terdampak. Bantuan tersebut diantar langsung ke rumah singgah warga Sapeken sebagai bentuk respons darurat.

Ahmad Rahman menegaskan, Baznas akan terus memberikan bantuan makanan selama pelayaran laut belum kembali normal dan warga masih tertahan di daratan.

“Selama kapal belum bisa beroperasi karena cuaca, kebutuhan makanan warga akan terus kami bantu,” tegasnya.

Baznas Sumenep juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menjalankan imbauan bupati agar seluruh pihak tetap siaga menghadapi potensi bencana, termasuk cuaca ekstrem yang berdampak langsung pada kehidupan warga kepulauan.

Langkah cepat tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi hingga kondisi cuaca kembali membaik dan pelayaran laut dibuka kembali. (Robet)