Skrol untuk membaca pos
Example 325x300

Pemkab Sumenep Gelontorkan Rp6,19 Miliar Untuk Pendidikan, Keagamaan Dan Disabilitas

News Satu
Pemkab Sumenep Gelontorkan Rp6,19 Miliar Untuk Pendidikan, Keagamaan Dan Disabilitas
Pemkab Sumenep Gelontorkan Rp6,19 Miliar Untuk Pendidikan, Keagamaan Dan Disabilitas
A-AA+A++

Sumenep, Rabu 24 Juni 2026 | News Satu- Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelontorkan anggaran lebih dari Rp6,19 miliar untuk program hibah lembaga keagamaan, beasiswa mahasiswa kurang mampu, serta bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas. Program tersebut menyasar ratusan penerima manfaat sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kesejahteraan sosial dan pembangunan sumber daya manusia.

Penyaluran bantuan dilakukan di Pendopo Agung Keraton Sumenep dan dihadiri langsung Bupati Sumenep, DR. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Bupati Fauzi menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan dan masyarakat kurang mampu.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong penguatan pendidikan, sosial kemasyarakatan, hingga pelayanan bagi penyandang disabilitas.

“Kami memberikan bantuan ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia, memperkuat peran lembaga kemasyarakatan, serta membantu masyarakat yang membutuhkan perhatian,” ujar Bupati Sumenep, Rabu (24/6/2026).

Fauzi menilai, bantuan hibah, beasiswa, dan alat bantu disabilitas menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap pendidikan dan pelayanan sosial.

“Pemerintah Daerah akan terus menghadirkan program yang berorientasi pada kepentingan masyarakat guna mewujudkan pembangunan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh wilayah kabupaten,” lanjutnya.

Bantuan hibah diberikan kepada berbagai lembaga keagamaan seperti pondok pesantren, yayasan, masjid, musala, serta lembaga keagamaan lainnya. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat fungsi sosial, pendidikan, serta pembinaan moral dan spiritual masyarakat.

Sementara bantuan beasiswa ditujukan kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala faktor ekonomi. Sedangkan bantuan kursi roda diberikan kepada penyandang disabilitas guna menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari.

“Kami berharap seluruh bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukannya sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi penerima dan berdampak positif terhadap pembangunan daerah,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riadi, menjelaskan bahwa bantuan hibah disalurkan kepada 116 lembaga keagamaan, beasiswa diberikan kepada 126 mahasiswa kurang mampu, dan bantuan alat bantu disabilitas diterima oleh empat orang penyandang disabilitas.

Menurut Rahman, total anggaran hibah lembaga keagamaan mencapai Rp5.883.440.000. Adapun nilai bantuan beasiswa mahasiswa kurang mampu sebesar Rp307.500.000, sedangkan bantuan alat bantu disabilitas berupa empat unit kursi roda.

“Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat, meningkatkan akses pendidikan, serta memastikan kelompok rentan mendapatkan perhatian yang layak,” pungkasnya. (Rose)