ACHMAD FAUZI WONGSOJUDOBUPATI FAUZIHEADLINENEWSNEWS SATUPEMERINTAHANPEMKAB SUMENEPREGIONALSUMENEP

Penduduknya Termiskin Di Jatim, Kekayaan Bupati Sumenep Capai Rp 18 Miliar

6706
×

Penduduknya Termiskin Di Jatim, Kekayaan Bupati Sumenep Capai Rp 18 Miliar

Sebarkan artikel ini
Penduduknya Termiskin Di Jatim, Kekayaan Bupati Sumenep Capai Rp 18 Miliar
Penduduknya Termiskin Di Jatim, Kekayaan Bupati Sumenep Capai Rp 18 Miliar

News Satu, Sumenep, Sabtu 4 Mei 2024- Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, merupakan daerah yang menduduki peringkat ketiga berpenduduk miskin dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Namun disisi lain, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, merupakan Bupati terkaya di Madura dengan harta kekayaan Rp 18 miliar lebih.

Berbicara kemiskinan, peringkat adalah Kabupaten Sampang memimpin dengan penduduku miskinnya sebanyak 221.710 jiwa (21,76%), diikuti oleh tetangganya Kabupaten Bangkalan dengan penduduk miskinnya 196.660 jiwa (19,35%), dan peringkat ketiga ditempati oleh Kabupaten Sumenep dengan penduduk miskinnya sebanyak 206.100 jiwa (18,70%).

“Kemiskinan bukan hanya tentang kekurangan uang, tetapi juga tentang kekurangan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan kesempatan ekonomi,” ujar Fauzi AS, Relawan Infant Gibran (Brigib) Sumenep, Sabtu (4/5/2024) kepada News Satu.

Namun demikian, lanjut Fauzi AS, Dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), Bupati Sumenep, Achmad Fauzi melaporkan Harta Kekayaannya kepada negara pada periodik 2021 dengan harta kekayaan Rp. 18.230.861.310.

“Meski Kabupaten Sumenep berada di nomor urut 3 berpenduduk miskin di Jawa Timur. Ternyata, kekayaan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mencapai Rp 18 miliar lebih,” ujarnya.

Menurutnya, kekayaan yang mencapai Rp 18 miliar menjadi pertanyaan besar bagi publik. Apakah kekayaan tersebut didapat mulai dari menjadi Wakil Bupati hingga menjadi Bupati Sumenep. Atau sebelum menjadi pejabat di Pemerintahan Kabupaten Sumenep.

“Uang Rp 18 miliar itu sangat banyak, apakah ini murni dari hasil bisnis, selain menjadi pejabat di Pemkab Sumenep. Atau ini didapat sejak menjabat sebagai Wabup hingga menjadi Bupati Sumenep,” tandasnya.

Jika melihat Bupati Sumenep, Achmad Fauzi yang kini namanya ditambah menjadi Achmad Fauzi Wongsojudo, memang sebelum menjadi pejabat di Pemerintahan Kabupaten Sumenep, Bupati Fauzi merupakan salah satu jajaran Direksi di PT Mahasa  Madura Investama (PT MMI) yang menjadi pihak ketiga dalam Kepemilikan saham di PT Wira Usaha Sumekar (WUS). Yakni Pemkab Sumenep dalam hal ini PT WUS sebesar 75,30 % kepemilikan sahamnya, PT MMI 24,20 % kepemilikan sahamnya, PD Sumekar 0,45% saham dan AS senilai 0,05%.

“Ya, saat itu Achmad Fauzi yang kini menjadi Achmad Fauzi Wongsojudo, merupakan jajaran Direksi PT MMI, mungkin itu salah satu bisnisnya yang membuat Achmad Fauzi memiliki kekayan Rp 18 miliar lebih,” tukasnya.

Namun demikian, publik jangan lupa tentang skandal korupsi di PT Wira Usaha Sumekar (WUS) yang akhirnya menahan dua tersangka, yakni Sitrul Arsyih Musa’ie mantan Direktur Utama PT Wira Usaha Sumekar dan Taufadi, mantan Kepala Divisi Keuangan dan Administrasi PT WUS.

“Dalam kasus PT WUS ini, nama Achmad Fauzi yang pada saat itu menjadi sebagai Kepala perwakilan PT WUS di Jakarta juga terseret dalam skandal korupsi tersebut,” ucapnya.

Dalam fakta persidangan, JPU menunjukkan bukti berupa aplikasi setoran pengiriman oleh  Achmad Fauzi ke rekening Bank Mandiri Nomor 102-00-0667766-7 atas nama PT Wira Usaha Sumekar sebesar Rp 56 juta, yang menurut Achmad Fauzi, bahwa uang tersebut berasal dari Aryadi Subandrio.

Selain itu, pengiriman uang sebesar US 5000 Dollar tanggal 12 Oktober 2011 dari Dian Nirmala selaku Sekretaris Direktur Utama PT GMA MI yaitu Aryadi Subandrio ke rekening valas kurs Dollar Bank Mandiri Nomor 102-000-573733-0 atas nama PT Wira Usaha Sumekar, dan pengiriman uang sebesar US 1000 Dollar yang juga atas nama Dian Nirmala ke rekening valas Bank Mandiri Nomor 102-000-573733-0 atas nama PT WUS pada tanggal 14 Oktober 2011

Akibat perbuatan terdakwa Sitrul Arsyih Musa’ie bersama-sama dengan Taufadi telah merugikan keuangan negara sebesar US 203.630,05 Dollar AS atau setara dengan nilai rupiah Rp 2.647.190.650 sen, dan Rp 4.435.290.317,58 sebagaimana hasil audit dalam rangka penghitungan kerugian negara atas dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam penerimaan dan pengolahan dan PI tahun 2011 hingga 2015 pada PT WUS Nomor SR1096/PW13/5/2017 tanggal 19 Desember 2017. Dengan demikian unsur merugikan negara atau perekonomian negara terpenuhi.

“Dari fakta persidangan ini, saya jadi curiga dan biarkan publik yang menilai saja. Apakah kekayaan Achmad Fauzi Wongsojudo yang kini menjabat sebagai Bupati Sumenep, memang murni dari bisninya atau lain sebagainya,” ungkap Fauzi Mami Muda sambil tersenyum.

Namun kembali ke topik awal, melihat kondisi Kabupaten Sumenep yang kini menduduki nomor urut 3 berpenduduk miskin, itu merupakan cambuk bagi Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. Sebab, ditengah masyarakatnya kelaparan atau kekurangan, ternyata Bupati Fauzi merupakan Kepala Daerah terkaya di Madura.

Terbukti, Achmad Fauzi yang kini namanya Achmad Fauzi Wongsojudo memiliki total kekayaan Rp18.230.851.310. Dengan rincian; Tanah dan Bangunan bernilai Rp15.872.450.000. Alat Transportasi dan Mesin Rp1.784.500.000, dan Harta Bergerak Lainnya Rp339.000.000. Kemudian Kas dan Setara Kas Rp234.911.310.

Posisi kedua adalah Bupati Sampang Slamet Junaidi atau Haji Idi tercatat memiliki Aset Tanah dan Bangunan senilai Rp4.705.500.000. Alat Transportasi dan Mesin mencapai Rp6.055.000.000. Lalu Kas dan Setara Kas Rp300.000.000. Keseluruhan kekayaannya Rp11.060.500.000.

Kemudian Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron, yang menjabat bupati sejak 2019 itu memiliki total kekayaan Rp9.921.437.399. Rinciannya, Tanah dan Bangunan Senilai Rp5.825.000.000. Alat Transportasi dan Mesin Rp80.000.000. Harta Bergerak Lainnya Rp93.763.000, kemudian Kas dan Setara Kas Rp672.674.399, dan Harta Lainnya Rp3.250.000.000.

Posisi terakhir, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Total kekayaan Mas Tamam Rp7.737.176.284. Dengan rincian; Aset Tanah dan Bangunan senilai Rp6.837.005.000. Alat Transportasi dan Mesin Rp24.000.000. Harta Bergerak Lainnya Rp573.600.000. Lalu Kas dan Setara Kas Rp302.571.284. Tetapi orang nomor satu di Bumi Gerbang Salam ini tercatat memiliki utang Rp108.887.693. Sehingga total harta kekayaannya berkurang menjadi Rp7.628.288.591.

“Ya, silakan masyarakat Sumenep menilai sendiri dengan kekayaan Bupati Fauzi dan rumahnya megahnya di Desa Torbang, Kecamatan Batuan. Disisi lain, prestasi gemilangnya adalah tetap konsisten Kabupaten Sumenep berada di urutan ketiga dengan berpenduduk miskin dari 38 Kabupaten/Kota di Jatim,” pungkasnya.

Lalu kira-kira berapa harta kekayaan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, pada tahun 2024 ini, jika pada tahun 2021 saja kekayaannya sudah mencapai Rp. 18.230.861.310?.(Roni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.