Skrol untuk membaca pos
Example 325x300

Polemik Listrik Masalembu, Bupati Sumenep Koordinasi Dengan Kementerian ESDM

News Satu
Polemik Listrik Masalembu, Bupati Sumenep Koordinasi Dengan Kementerian ESDM
Polemik Listrik Masalembu, Bupati Sumenep Koordinasi Dengan Kementerian ESDM
A-AA+A++

Sumenep, Rabu 30 September 2026 | News Satu- Upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menghadirkan listrik yang merata di wilayah kepulauan terus dipercepat. Bupati Sumenep Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo memastikan persoalan elektrifikasi pulau-pulau terluar menjadi salah satu program prioritas daerah guna memperkecil kesenjangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan.

Di tengah tuntutan pemerataan pembangunan, Pemkab Sumenep kini fokus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dinilai menjadi kebutuhan mendasar masyarakat kepulauan. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta sejumlah instansi terkait.

Menurut Bupati Fauzi, akses listrik memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat layanan kesehatan, hingga mendorong pertumbuhan wilayah kepulauan secara berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berupaya mempercepat pembangunan di wilayah kepulauan, termasuk penyediaan listrik yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” kata Fauzi, Rabu (30/9/2026).

Percepatan program listrik tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan kepulauan yang selama ini terus dijalankan Pemkab Sumenep. Selain infrastruktur energi, pemerintah daerah juga mengembangkan sektor pendidikan, kesehatan, dan konektivitas antarpulau sebagai fondasi pemerataan pembangunan.

Namun, proses pembangunan jaringan listrik di Pulau Masalembu hingga kini masih menghadapi tantangan serius. Persoalan pembebasan lahan disebut menjadi hambatan utama yang menyebabkan proyek kelistrikan belum dapat berjalan sesuai target yang telah direncanakan.

“Kendala tersebut membuat realisasi pembangunan infrastruktur listrik di Masalembu membutuhkan penyelesaian administratif dan dukungan berbagai pihak agar dapat segera memasuki tahap pelaksanaan,” tandasnya.

Meski demikian, Pemkab Sumenep memastikan komunikasi dengan masyarakat, pemerintah pusat, dan instansi terkait terus dilakukan untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

“Koordinasi terus dilakukan agar hambatan yang ada bisa segera diselesaikan dan pembangunan listrik di Masalembu dapat direalisasikan sesuai harapan masyarakat,” ujar Fauzi.

Pemerintah daerah berharap proses penyelesaian lahan dapat berjalan lancar sehingga proyek listrik yang telah lama dinantikan masyarakat dapat segera terealisasi. Keberadaan listrik yang memadai dinilai akan menjadi faktor penting dalam membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan produktivitas masyarakat, memperkuat layanan publik, serta mendukung percepatan pembangunan di kawasan kepulauan.

“Selain fokus pada elektrifikasi, Pemkab Sumenep juga terus menjalankan berbagai program pembangunan lainnya, termasuk peningkatan infrastruktur dasar, fasilitas kesehatan, sarana pendidikan, dan konektivitas transportasi antarpulau,” tukasnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat kepulauan mendapatkan layanan dan pembangunan yang setara dengan wilayah daratan.

“Dengan dukungan pemerintah pusat dan sinergi seluruh pihak, percepatan pembangunan listrik di Pulau Masalembu diharapkan menjadi titik awal penguatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kepulauan di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya. (Roni)