Ramadan 2026, Ketua DPRD Sumenep Ajak Warga Tingkatkan Ibadah Dan Kepedulian

Sumenep, Jumat 27 Februari 2026 | News Satu- Bulan Suci Ramadan tidak boleh dimaknai sekadar menahan lapar dan dahaga. Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Zainal Arifin, menegaskan Ramadan adalah momentum strategis untuk “membakar dosa”, memperkuat spiritualitas, sekaligus menjaga produktivitas sosial.

Menurutnya, Ramadan memiliki makna historis dan filosofis yang dalam. Ia menyebut, secara historis Ramadan identik dengan musim kemarau, sehingga secara simbolik menjadi waktu yang tepat untuk membersihkan diri dari dosa melalui peningkatan ibadah dan introspeksi.

“Ramadan bukan hanya menahan lapar dan haus. Ini momentum membakar dosa-dosa agar kita menjadi insan yang lebih baik dengan memperbanyak ibadah,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Politisi asal Kecamatan Ambunten itu mengajak masyarakat Muslim di Sumenep menyambut Ramadan dengan memperbanyak amalan, memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

Zainal berharap Ramadan menjadi jalan pengampunan atas dosa-dosa selama 11 bulan terakhir.

“Yang kita harapkan dalam hidup ini adalah ampunan dan rahmat Allah SWT,” katanya.

Selain dimensi spiritual, Zainal juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah dan aktivitas harian. Ramadan, menurutnya, bukan alasan untuk bermalas-malasan atau menurunkan etos kerja.

“Di bulan suci ini justru kita harus semakin giat melakukan aktivitas positif. Setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Sumenep juga mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan muda, agar tidak melakukan aktivitas yang merugikan selama Ramadan, seperti bermain petasan dan balap liar. Selain berbahaya, aktivitas tersebut dinilai mengganggu ketertiban umum dan berpotensi melanggar hukum.

“Selain tidak bermanfaat, kegiatan itu juga berbahaya dan dapat mengganggu ketertiban umum,” tandasnya.

Politisi PDI Perjuangan Sumenep ini berharap Ramadan di Sumenep dapat berlangsung kondusif, penuh keberkahan, serta diwarnai semangat ibadah dan kegiatan positif yang membawa manfaat bagi masyarakat luas. (Robet)