Surabaya, Jumat 20 Maret 2026 | News Satu- Langkah Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat strategis bersama jajaran menteri ekonomi mendapat dukungan dari Anggota DPD RI Jawa Timur, Lia Istifhama. Rapat tersebut dinilai sebagai respons cepat pemerintah dalam meredam tekanan ekonomi akibat dinamika geopolitik global.
Lia menilai arah kebijakan pemerintah yang menekankan efisiensi anggaran tidak hanya berorientasi pada penghematan, tetapi juga sebagai strategi memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Efisiensi bukan berarti menurunkan produktivitas. Justru ini momentum membentuk SDM yang adaptif dan tetap produktif di tengah tekanan global,” ujarnya, Jumat (20/3.2026).
Ning Lia sapaan akrabnya juga menyoroti wacana penerapan skema kerja fleksibel seperti Work From Anywhere (WFA) yang dinilai dapat menjadi solusi menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi energi. Menurut Lia, pola kerja fleksibel akan efektif jika diimbangi dengan disiplin dan tanggung jawab, baik di sektor pemerintahan maupun swasta.
Selain itu, ia mengapresiasi komitmen pemerintah menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3 persen. Langkah tersebut dinilai krusial dalam menjaga stabilitas fiskal di tengah ketidakpastian global.
Pemerintah, kata Lia, juga tengah menyiapkan langkah antisipatif terhadap potensi kenaikan harga energi dan komoditas global. Di antaranya dengan meningkatkan produksi batu bara untuk menopang penerimaan negara serta mengkaji kebijakan pajak ekspor.
Di sektor energi, pemerintah juga mendorong percepatan transisi dari pembangkit listrik berbasis diesel ke energi terbarukan, khususnya tenaga surya. Program ini akan dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai bagian dari strategi efisiensi nasional.
Lia menilai, kombinasi kebijakan fiskal yang disiplin, efisiensi energi, serta inovasi pola kerja akan menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
“Jika dijalankan konsisten, kebijakan ini akan memberikan dampak nyata bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan ini memperkuat sinyal bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah terintegrasi untuk menghadapi tekanan global, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. (Kiki)
