Surabaya, Selasa 16 Desember 2025 | News Satu- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur (MUI Jatim).
Dukungan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian MUI Jawa Timur selama masa khidmat kepengurusan periode 2020–2025.
Dukungan itu disampaikan saat audiensi pengurus MUI Jawa Timur dengan Gubernur Khofifah yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan kuatnya sinergi antara ulama dan umaro dalam menjaga harmoni sosial, persatuan umat, serta stabilitas kehidupan beragama di Jawa Timur.
Dalam audiensi tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa MUI Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam merespons berbagai tantangan sosial, keagamaan, dan kebangsaan yang terus berkembang.
“Peran MUI sangat penting, tidak hanya sebagai rujukan umat dalam persoalan keagamaan, tetapi juga sebagai pilar moral yang menjaga persatuan, toleransi, dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Jawa Timur,” tegas Khofifah, Selasa (16/12/2025).
Ia juga mengapresiasi kontribusi MUI Jatim yang selama ini konsisten menghadirkan pandangan keagamaan yang moderat, menyejukkan, dan relevan dengan dinamika masyarakat.
Dukungan terhadap Musda XI MUI Jatim diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran ulama di masa mendatang.
Audiensi ini dihadiri jajaran pimpinan dan pengurus MUI Jawa Timur, antara lain Ketua Umum MUI Jatim KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., MM, Wakil Ketua Umum Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, MA dan Prof. Dr. KH. Thohir Luth, MA, serta para ketua dan pengurus harian MUI Jatim.
Turut hadir pula jajaran sekretaris dan bendahara MUI Jatim, termasuk Dr. Lia Istifhama, M.E.I, yang juga Anggota DPD RI asal Jawa Timur, menunjukkan komitmen kolektif ulama dan akademisi dalam menjaga kesinambungan organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan umat.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus MUI Jatim menyampaikan kesiapan pelaksanaan Musda XI sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat daerah. Musda ini akan menjadi ajang evaluasi program kerja, perumusan arah kebijakan, serta pemilihan kepengurusan baru yang amanah dan berintegritas.
Musda XI MUI Jawa Timur dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat peran ulama dalam menjawab tantangan zaman, termasuk isu sosial-keagamaan, penguatan moderasi beragama, serta kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Dengan sinergi yang terus terjaga antara MUI Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin diharapkan semakin mengakar sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang damai, adil, dan sejahtera. (Kiki)






