Surabaya, Kamis 19 Maret 2026 | News Satu- Momentum Ramadan dimanfaatkan Anggota DPD RI Jawa Timur, Lia Istifhama, untuk mendorong peningkatan etos kerja dan profesionalisme aparatur pelayanan haji.
Dalam kunjungannya ke UPT Asrama Haji Embarkasi Sukolilo Surabaya, Ning Lia menekankan pentingnya manajemen waktu, kesehatan, dan keuangan bagi para pegawai di tengah padatnya tanggung jawab layanan publik.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Mabrur itu juga dihadiri Kepala UPT yang baru dilantik, Hj. Fentin Istifa’iyah. Dalam arahannya, Ning Lia mengingatkan bahwa produktivitas kerja selama Ramadan harus tetap terjaga, bahkan ditingkatkan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan profesional.
“Ramadan bukan alasan untuk menurunkan kinerja. Justru ini momentum untuk mengelola waktu dan energi secara lebih efektif,” tegasnya, Kamis (19/3/2026).
Dalam paparannya, Ning Lia mengangkat pentingnya pengelolaan waktu dan kesehatan sebagai dua aspek yang kerap diabaikan. Ia mengutip nilai-nilai keislaman yang menekankan bahwa waktu dan kesehatan adalah nikmat yang sering disia-siakan.
Selain itu, ia juga mengajak pegawai untuk menerapkan manajemen keuangan berbasis kebutuhan, mulai dari kebutuhan primer (daruriyyat), sekunder (hajjiyat), hingga tersier (tahsiniyyat).
“Setiap individu harus mampu menjadi manajer terbaik bagi dirinya sendiri, baik dalam mengelola waktu maupun keuangan,” ujarnya.
Kunjungan tersebut tidak hanya berisi motivasi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas SDM dalam menghadapi peningkatan layanan haji ke depan. Ning Lia menilai, kualitas pelayanan jamaah sangat ditentukan oleh kesiapan dan integritas para petugas di lapangan.
Di sisi lain, UPT Asrama Haji Sukolilo mulai melakukan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan. Di bawah kepemimpinan baru, sejumlah program pengembangan tengah disiapkan, termasuk Pembangunan gedung baru empat lantai pada 2027 dan Renovasi total bangunan lama yang telah berusia lebih dari 40 tahun.
Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan peningkatan kenyamanan jamaah haji serta mendukung standar pelayanan yang lebih modern dan representatif. Transformasi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat layanan haji sebagai salah satu prioritas nasional. (Kiki)
