317

Mengintip Kehidupan Sederhana Ning Lia di Balik Jabatan Senator

News Satu
Mengintip Kehidupan Sederhana Ning Lia di Balik Jabatan Senator
Mengintip Kehidupan Sederhana Ning Lia di Balik Jabatan Senator

Surabaya, Rabu 23 September 2026 | News Satu- Di tengah kesibukan sebagai anggota DPD RI dan berbagai agenda kebijakan publik tingkat nasional, Senator asal Jawa Timur Dr. Lia Istifhama menunjukkan sisi lain yang menarik perhatian masyarakat. Sosok yang akrab disapa Ning Lia itu dikenal tetap dekat dengan warga dan mempertahankan gaya hidup sederhana meski namanya semakin dikenal di tingkat nasional.

Di balik aktivitasnya sebagai legislator, Ning Lia kerap memanfaatkan waktu luang untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Salah satu kebiasaan yang melekat pada dirinya adalah menikmati kuliner kaki lima bersama sahabat, komunitas, maupun warga yang ditemuinya di berbagai daerah.

Kedekatan tersebut bahkan melahirkan ungkapan yang kerap disematkan kepadanya, yakni “suka makan kaki lima, aura bintang lima.”

Ungkapan itu menggambarkan sosok Ning Lia yang tetap tampil sederhana dan mudah berbaur dengan berbagai kalangan meski memiliki posisi strategis sebagai senator.

Menurut Ning Lia, momen makan bersama bukan sekadar aktivitas kuliner, melainkan ruang membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, serta mendengarkan cerita dan aspirasi masyarakat secara langsung.

“Ada cerita, silaturahmi, dan suasana yang membuat hubungan antarmanusia menjadi lebih dekat,” ujar Senator cantik asala Jawa Timur ini, Rabu (23/9/2026).

Karakter tersebut juga terlihat dalam berbagai kegiatan publik yang dijalaninya sepanjang tahun. Ning Lia dikenal aktif menyapa masyarakat, berdialog dengan generasi muda, menghadiri kegiatan sosial, hingga terlibat dalam berbagai forum diskusi yang membahas persoalan daerah maupun nasional.

Pendekatan itu sejalan dengan prinsip yang selama ini sering disampaikannya, yakni “mudun ngisor” atau turun langsung ke masyarakat untuk memahami persoalan dari akar rumput.

Metode tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuatnya memiliki kedekatan kuat dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk kalangan generasi muda.

Di sisi lain, gaya komunikasinya yang santai dan humanis berjalan beriringan dengan kiprahnya dalam bidang kebijakan publik. Sepanjang tahun 2026, Ning Lia menerima sejumlah penghargaan atas kontribusinya dalam penguatan demokrasi, partisipasi publik, serta pemberdayaan masyarakat.

Pada April 2026, ia menerima tiga penghargaan sekaligus, yakni KWP Award sebagai Senator Penguat Kebijakan Publik, penghargaan Tokoh Perempuan Inspiratif dalam rangka Hari Pers Nasional dan HUT ke-80 PWI, serta Beritajatim Award 2026 kategori Politisi Perempuan Penguatan Demokrasi.

Tidak hanya itu, pada akhir Juli 2026, Ning Lia juga mendapat apresiasi sebagai senator yang memiliki kedekatan kuat dengan generasi muda. Sementara pada September 2026, ia kembali menerima penghargaan Senator Penggerak Demokrasi dalam ajang 9.9 Awarding Ketik.com.

Penghargaan tersebut diberikan atas kiprahnya dalam mendorong keterlibatan publik dalam proses demokrasi serta upaya mendekatkan isu-isu kebijakan kepada masyarakat.

Direktur ARCI, Nanang Haromain, menilai Ning Lia memiliki karakter komunikasi yang berbeda dibanding banyak tokoh publik lainnya. Menurutnya, Ning Lia mampu membahas persoalan kebijakan secara serius, namun tetap mudah berinteraksi dalam suasana santai bersama masyarakat.

“Prestasi boleh tinggi, tetapi cara bergaul tetap membumi. Itu yang menjadi salah satu daya tarik Ning Lia,” tandasnya.

Meski berbagai penghargaan terus berdatangan, Ning Lia mengaku tetap berusaha menjaga kedekatan dengan masyarakat dan menikmati hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

“Sesekali memang harus begitu. Hidup tidak melulu tentang rapat dan pekerjaan. Ada waktu untuk menikmati makanan, berbagi cerita, dan mensyukuri kebersamaan,” pungkasnya.

Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap para pemimpin dan wakil daerah, gaya sederhana dan pendekatan langsung ke masyarakat yang ditunjukkan Ning Lia menjadi salah satu contoh bagaimana komunikasi publik dapat dibangun melalui kedekatan, keterbukaan, dan interaksi yang humanis. (Kiki)