Surabaya, Senin 2 Maret 2026 | News Satu- Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Program Mudik Gratis Idul Fitri 1447 Hijriah dengan kuota 7.000 pemudik. Program yang digagas Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini dinilai sebagai wujud konkret kehadiran negara dalam memastikan masyarakat bisa pulang kampung dengan aman, nyaman, dan tanpa biaya.
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyambut positif langkah tersebut. Ning Lia—sapaan akrabnya—menegaskan, mudik gratis bukan sekadar layanan transportasi, melainkan kebijakan sosial yang berdampak langsung bagi pekerja dan keluarga berpenghasilan terbatas.
“Program ini bukan hanya soal angkutan, tetapi kepedulian agar masyarakat bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga tanpa terbebani ongkos perjalanan,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Tahun ini, Pemprov Jatim membagi kuota menjadi dua moda utama. Sebanyak 4.000 pemudik diberangkatkan melalui jalur darat menggunakan bus dengan 17 jurusan ke 20 kabupaten/kota di Jawa Timur. Rute tersebut antara lain Surabaya–Madiun, Magetan, Ponorogo, Nganjuk, Tulungagung, Blitar, Trenggalek, Bondowoso, Pacitan, Jember, Banyuwangi, Ngawi, Tuban, Sumenep, dan Bojonegoro.
Keberangkatan bus dijadwalkan pada 19 Maret 2026. Pendaftaran online dibuka 2–4 Maret 2026 selama kuota tersedia, serta pendaftaran langsung pada 8 Maret 2026 hingga kuota terpenuhi.
Sementara itu, 3.000 pemudik dilayani melalui jalur laut dengan estimasi 250 penumpang per perjalanan dalam 12 kali pelayaran. Dua rute kapal yang disiapkan adalah Pelabuhan Jangkar (Situbondo) menuju Pulau Raas dan Pulau Sapudi (Sumenep).
Jadwal keberangkatan Jangkar–Raas: 8, 12, 15, dan 17 Maret 2026 dan Jangkar–Sapudi: 11 dan 16 Maret 2026. Untuk arus balik, rute Raas–Jangkar dijadwalkan pada 29 Maret serta 2, 4, dan 6 April 2026. Sementara Sapudi–Jangkar pada 27 dan 31 Maret 2026.
Pemprov Jatim juga menyiapkan fasilitas angkut motor gratis untuk 200 unit kendaraan guna mengurangi risiko kecelakaan akibat perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor. Pengiriman motor dilayani ke Banyuwangi, Jember, Tulungagung, Trenggalek, Madiun, dan Ponorogo, dengan jadwal keberangkatan 18 Maret 2026. Pendaftaran dilakukan langsung melalui operator pada 8 Maret 2026 hingga kuota terpenuhi.
Ning Lia turut memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, atas kesiapan teknis dan manajerial dalam pelaksanaan program.
“Koordinasi Dishub Jatim, Organda, dan operator angkutan laut menunjukkan komitmen serius pada aspek keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan jadwal,” tegasnya.
Lia berharap program mudik gratis terus berlanjut dan diperluas di tahun mendatang mengingat manfaatnya yang besar dan kuota yang selalu terbatas.
“Ini kolaborasi kepemimpinan yang baik. Semoga masyarakat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Program ini sekaligus menjadi strategi pemerintah daerah dalam menekan kepadatan lalu lintas, mengurangi kecelakaan, dan memperkuat konektivitas wilayah daratan hingga kepulauan di Jawa Timur. (Kiki)






