Ning Lia Mendorong Inovasi di Sektor Pariwisata dengan Konsep “CANTIK”

News Satu, Surabaya, Minggu 12 Mei 2024- Senator Jawa Timur, Ning Lia Istifhama, yang dikenal dengan sikapnya yang menolak privilege berparas ayu, kembali menjadi sorotan dengan gagasan baru yang akan mengubah wajah sektor pariwisata lokal.

Dalam sebuah wawancara di Surabaya, Ning Lia menyoroti pentingnya memanfaatkan konsep “CANTIK” untuk mengembangkan potensi pariwisata di Indonesia.

Menurut Ning Lia, “CANTIK” dalam konteks ini bukan hanya sekadar tentang keindahan fisik, tetapi juga mencakup kecerdasan, inovasi, dan kreativitas.

Dia menekankan bahwa pengelola wisata perlu memahami preferensi konsumen dan mengambil langkah-langkah cerdas untuk meningkatkan daya tarik tempat wisata.

“CANTIK disini kan cerdas, inovatif, dan kreatif. Cerdas adalah kecerdasan pengelola wisata menangkap preferensi konsumen untuk berkunjung, bukan hanya berkaitan dengan pendapatan yang mereka terima, melainkan juga pendapatan daerah bahkan pendapatan nasional yang ditunjang oleh hadirnya wisatawan lokal maupun mancanegara,” jelas Ning Lia, Minggu (12/5/2024).

Lanjut Keponakan Khofifah Indar Parawansa ini, pentingnya kreativitas dan inovasi dalam menangkap peluang yang ada. Identitas kuliner lokal yang menarik dan acara-acara yang menampilkan kearifan lokal merupakan beberapa contoh dari inisiatif kreatif yang dapat meningkatkan daya tarik wisata.

“Sangat penting kolaborasi antara pemerintah, masyarakat setempat, dan sektor swasta dalam pengembangan pariwisata,” tandasnya.

Oleh karena itu, Ning Lia yang kini terpilih sebagai Anggota DPD RI, faktor internal seperti keramahan masyarakat dan kebersihan lingkungan, serta faktor eksternal seperti infrastruktur transportasi dan promosi melalui teknologi, semuanya dianggap krusial dalam menciptakan lingkungan wisata yang sukses.

“Faktor internal dan eksternal menjadi perhatian utama,” ujarnya.

Menurut Ning Lia, pengembangan sektor pariwisata bukan hanya akan menciptakan peluang ekonomi baru, tetapi juga akan membuka pintu bagi inovasi dan kreativitas di masyarakat setempat.

“Dengan demikian, sektor pariwisata diharapkan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi Indonesia,” pungkasnya. (red/*)

Komentar